Relevansi Nilai. (skripsi dan tesis)

Dalam literatur, suatu angka akuntansi dikatakan relevan nilai jika mempunyai hubungan yang diprediksikan dengan nilai pasar ekuitas. Bagi para peneliti, tujuan melakukan pengujian relevansi nilai adalah memperluas pengetahuan tentang relevansi dan reliabilitas angka-angka akuntansi yang tercermin dalam nilai ekuitas. Relevansi nilai merupakan operasionalisasi empiris kriteria relevansi dan reliabilitas. Suatu angka akuntansi akan relevan, mempunyai hubungan signifikan (yang diprediksi) dengan harga saham, jika angka akuntansi mencerminkan informasi yang relevan bagi investor dalam menilai suatu perusahaan dan diukur dengan cukup layak (reliable) agar tercermin dalam harga saham. (Barth et.al, 2009) Francis dan Schipper (2012) menyatakan bahwa terdapat empat interpretasi konstruk terhadap relevansi nilai. Interpretasi pertama menyatakan bahwa informasi yang terkandung dalam laporan keuangan akan mempengaruhi harga saham. Relevansi nilai kemudian diukur sebagai keuntungan yang dihasilkan dari implementasi aturan perdagangan yang berdasarkan akuntansi. Interpretasi kedua menyatakan bahwa informasi keuangan akan mempunyai relevansi jika informasi tersebut mengandung variabel-variabel yang digunakan dalam suatu model penilaian atau informasi yang bisa membantu dalam memprediksi variabel-variabel tersebut. Jadi, relevansi nilai laba untuk discounted dividend valuation model, discounted cash flow valuation model, atau discounted residual income model, dapat diukur dengan kemampuan laba untuk memprediksi dividen, arus kas, laba, atau nilai buku di masa yang akan datang. Interpretasi ketiga dan keempat didasarkan pada relevansi nilai yang ditunjukkan oleh hubungan statistik antara informasi keuangan dengan harga saham. Dengan interpretasi ketiga, hubungan statistik akan mengukur apakah investor benar-benar menggunakan informasi tersebut dalam menetapkan harga. Dengan demikian relevansi nilai dapat diukur dalam kemampuan informasi laporan keuangan untuk mengubah total bauran informasi dalam pasar. Informasi yang relevan bisa mengubah harga saham disebabkan karena investor merubah harapan-harapannya. Interpretasi keempat menyatakan bahwa hubungan statistik antara informasi akuntansi dan nilai pasar atau imbal hasil, mempunyai arti bahwa informasi akuntansi tersebut berhubungan dengan informasi yang digunakan oleh pemodal. Relevansi nilai diukur dengan kemampuan informasi laporan keuangan untuk menangkap atau mengikhtisarkan informasi, apapun sumbernya, yang mempengaruhi nilai saham.