Laba Akuntansi. (skripsi dan tesis)

Laba merupakan selisih pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi beban
dan kerugian yang merupakan salah satu pengukuran aktivitas operasi dan
dihitung berdasarkan dasar akuntansi akrual. Laba merupakan jumlah residual
yang tertinggal setelah semua beban (termasuk penyesuaian pemeliharaan model,
(kalau ada) dikurangkan pada penghasilan. Dimana kalau beban melebihi
penghasilan, maka jumlah residualnya merupakan kerugian bersih. Laba
merupakan informasi perusahaan yang paling diamati oleh pasar uang atau bursa
saham.
Laba mencerminkan selisih antara pendapatan dan pengeluaran, termasuk
dengan pengeluaran yang berkaitan dengan sumber dana non-modal sendiri
(misalnya utang). Sedangkan, Informasi yang terkandung dalam angka akuntansi
akan berguna jika laba yang sesungguhnya berbeda dengan laba ekspektasi
dimana pasar akan bereaksi yang dapat dilihat dari pergerakan saham sekitar
tanggal pengumuman informasi laba. Dimana pengukuran Laba akuntansi adalah
dari laba tahunan dibagi dengan jumlah saham yang beredar.
Menurut Subramanyam (2014 : 5), laba akuntansi diukur berdasarkan
akuntansi akrual, serta dihitung dengan mengakui pendapatan dan mengaitkan
biaya dengan pendapatan yang diakui. Tiga pengukuran laba akuntansi alternatif,
yaitu :
1. Laba bersih dianggap sebagai hasil pengukuran laba.
2. Pendapatan komprehensif, mencerminkan hampir seluruh perubahan
pada ekuitas yang tidak berasal dari aktivitas pemilik.
3. Laba dari operasi yang masih berlangsung, merupakan suatu pengukuran
yang mengeluarkan pos luar biasa, dampak kumulatif perubahan
akuntansi dan dampak penghentian operasi. Laba operasi merupakan
pengukuran perusahaan yang berasal dari aktivitas operasi yang masih
berlangsung.
Sebagai tambahan laba akuntansi yang divisualisasikan terdiri atas tiga
komponen, yaitu : (1) Komponen yang tetap atau berulang (permanent or
recurring component), dimana setiap dolar nilainya akan sama dengan 1/r dolar
dari nilai perusahaan (dimana r adalah biaya modal), (2) Komponen sementara
(transitory component), dimana setiap dolar sebenarnya sama dengan satu dolar
nilai perusahaan, (3) Komponen yang tidak relevan terhadap nilai (value
irrelevant component), yaitu yang tidak relevan untuk valuasi.
Laba akuntansi ini hanyalah salah satu informasi akuntansi yang
memiliki keterbatasan untuk mengungkapkan informasi yang dibutuhkan
oleh para investor. Hal ini menjadi tujuan dalam penyajiannya yaitu untuk
menyediakan informasi yang berguna bagi mereka yang berkepentingan
dengan laporan keuangan. Laba akuntansi merupakan secara operasional
didefenisikan sebagai perbedaan antara realisasi laba yang tumbuh dari
transaksi selama periode berlangsung dan biaya historis yang berhubungan.
Defenisi ini menunjukkan adanya lima karakteristik yang terdapat dalam
laba akuntansi menurut Belkaoui (2007 : 229 -230).
1. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dilakukan
oleh perusahaan (terutama laba yang muncul dari penjulan
barang atau jasa dikurangi biaya-biaya yang dibutukan untuk
berhasil melakukan penjualan tersebut). Transaksi–transaksi
eksplisit berasal dari akuisisi oleh suatu perusahaan barang atau
jasa dari entitas lain.
2. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periode dan mengacu
pada kinerja keuangan dan perusahaan salama satu periode
tertentu.
3. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip laba dan membutuhkan
defenisi pengukuran dan pengakuan pendapatan.
4. Laba akuntansi meminta adanya pengukuran beban–beban dari
segi biaya historisnya terhadap perusahaan, yang menunjukkan
ketaatan yang tinggi pada prinsip biaya, suatu asset pada saat itu
diakuilah setiap perubahan yang terjadi pada nilai. Jadi, beban
adalah asset atau biaya-biaya akuisisi yang telah kadaluwarsa.
5. Laba akuntansi meminta penghasilan yang terealisasi diperiode
tersebut. Dihubungkan dengan biaya-biaya relevan yang terkait.
Oleh karenanya, laba akuntansi didasarkan prinsip pendanaan
(matching). Pada dasarnya, beberapa biaya atau biaya periode
tertentu dialokasikan ke atau disesuaikan dengan pendapatan dan
biaya-biaya lain yang dilaporkan dan dibawa kedepan sebagai
asset. Biaya-biaya yang dialokasikan dan dicocokkan dengan
pendapatan untuk periode tersebut diasumsikan memiliki satu
potensi jasa yang tidak berlaku lagi.
Menurut (Mutia, 2012), Informasi yang terkandung dalam
angka akuntansi akan berguna jika laba yang sesungguhnya
berbeda dengan laba ekspektasi dimana pasar akan bereaksi yang
dapat dilihat dari pergerakan saham sekitar tanggal pengumuman
informasi laba. Laba akuntansi adalah laba tahunan dari laba
operasi dibagi dengan jumlah saham umum yang beredar.