Menurut FASB (Financial Accounting Standard Board) hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang mungkin timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas menyerahkan aktiva atau memberi jasa kepada entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu. Hayati (2014) mengartikan tingkat hutang sebagai besar kecilnya tingkat penggunaan hutang jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk membiayai aktiva perusahaan menunjukkan tingkat kestabilan perusahaan tersebut. Sumber modal suatu perusahaan erat kaitannya dengan hutang.Salah satu informasi pada laporan keuangan yang dapat mempengaruhi persepsi investor adalah tingkat hutang. Investor cenderung akan lebih berhati-hati dan lebih waspada ketika berinvestasi pada perusahaan yang memilki tingkat hutang yang tinggi (Kusuma dan Sadjarto, 2014). Penggunaan hutang itu sendiri bagi perusahaan mengandung tiga dimensi yaitu: 1) Pemberi kredit menitikberatkan pada besarnya jaminan atas kredit yang diberikan. 2) Dengan menggunakan hutang maka apabila perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari beban tetapnya maka pemilik perusahaan keuntungannya akan meningkat. 3) Dengan menggunakan hutang maka pemilik memperoleh dana dan tidak kehilangan pengendalian perusahaan. Subramanyam dan Wild (2012) Menyatakan bahwa tingkat utang akan terlihat pengaruh terhadap laba masa depan di saat perusahaan dalam kondisi keuangan baik atau buruk. Tingkat hutang yang tinggi menunjukkan peningkatan risiko pada kreditor berupa ketidakmampuan perusahaan membayar hutang. Tingkat hutang yang tinggi juga akan mengakibatkan pembayaran bunga yang tinggi dan akhirnya akan berdampak pada tingkat pengembalian pada investor (Hayati, 2014).Penggunaan hutang yang tinggi akan memberi insentif yang lebih kuat bagi perusahaan untuk meningkatkan persistensi laba dengan mengelola laba bertujuan mempertahankan kinerja yang baik dimata investor dan auditor sehingga kreditor tetap memiliki kepercayaan dalam pendanaan (Sulastri, 2014). Saat kondisi keuangan pengembalian yang didapat perusahaan sehingga laba yang diperoleh meningkat. Besarnya tingkat hutang akan berelevansi pada arus masuk dari sumber daya eksternal yang mengandung manfaat ekonomi di masa yang akan datang. Namun di sisi lain, perusahaan memiliki kewajiban untuk melunasi hutang pada saat jatuh tempo. Tingkat hutang akan menjadi besar apabila lebih banyak hutang jangka panjang yang memiliki perusahaan.. Semakin besar tingkat hutang mendorong perusahaan untuk selalu menjaga keberlangsungan labanya dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja yang baik di mata investor dan kreditor (Arfan dkk., 2014).
