Dalam menganalisis pertumbuhan laba ke depan, investor perlu
memperhatikan risiko ketidakpastian lingkungan operasi, dimana hal tersebut
dapat menimbulkan kesalahan perkiraan (estimasi) pengukuran pertumbuhan
laba (Fanani, 2010). Lebih lanjut bahwa lingkungan operasi yang tidak
menentu juga dapat memperburuk pengetahuan informasi investor, yang juga
menuntun pada kesalahan penilaian investor tentang prospek bisnis dan
pertumbuhan laba perusahaan ke depan.
Salah satu proksi yang dapat digunakan untuk menghitung seberapa
besar risiko ketidakpastian lingkungan operasi suatu perusahaan yaitu dengan
menghitung volatilitas arus kas (Guojin, 2009). Untuk mengukur kualitas laba
dibutuhkan informasi arus kas yang stabil, dalam artian mempunyai volatilitas
kecil. Jika arus kas berfluktuasi tajam maka sangatlah sulit untuk memprediksi
arus kas di masa yang akan datang.
