Widoatmodjo (2000) menyebutkan macam-macam jenis harga
saham sebagai berikut :
1. Harga Nominal
Yaitu harga yang tercatum dalam sertifikat saham yang ditetapkan
oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan.
Besarnya harga nominal memberikan arti penting saham karena dividen
minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal
2. Harga Perdana
Harga ini merupakan pada waktu harga saham tersebut dicatat di
bursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh
penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan
diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat
biasanya untuk menentukan harga perdana.
3. Harga pasar
Kalau harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi
kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang
satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut
dicatatkan di bursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dari
penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder
dan harga inilah yang benar–benar mewakili harga perusahaan
penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi
negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap
hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.
4. Harga Pembukaan
Harga pembukuan adalah harga yang diminta oleh penjual atau
pembeli pada saat jam bursa dibuka. Bisa saja terjadi pada saat
dimulainya hari bursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham, dan
harga sesuai engan yang diminta oleh penjual dan pembeli. Dalam
keadaan demikian, harga pembukaan bisa menjadi harga pasar, begitu
juga sebaliknya harga pasar mungkin juga akan mejadi harga
pembukaan. Namun tidak selalu terjadi.
5. Harga Penutupan
Harga penutupan adalah harga yang diminta oleh penjual atau
pembeli pada saat akhir hari bursa. Pada keadaan demikian, bisa saja
terjadi pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atas suatu
saham, karena ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. Kalau ini
yang terjadi maka harga penutupan itu telah menjadi harga pasar. Namun
demikian, harga ini tetap menjadi harga penutupan pada hari bursa
tersebut.
6. Harga Tertinggi
Harga tertinggi suatu saham adalah harga yang paling tinggi yang
terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi transaksi atas suatu saham
lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama
7. Harga Terendah
Harga terendah suatu saham adalah harga yang paling rendah yang
terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi apabila terjadi transaksi
atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. Dengan
kata lain, harga terendah merupakan lawan dari harga tertinggi
8. Harga rata-rata
Harga rata-rata merupakan perataan dari harga tertiggi dan terendah
