Menurut Schwert dan Smith (1992) terdapat lima jenis volatilitas
dalam pasar keuangan, yaitu future volatility, historical volatility, forecast
volatility, implied volatility, dan seasonal volatility.
1. Future Volatility
Future volatility adalah apa yang hendak diketahui oleh para pemain
dalam pasar keuangan (trader). Volatilitas yang paling baik adalah yang
mampu menggambarkan penyebaran harga di masa yang akan datang
untuk suatu underlying contract. Secara teori angka tersebut merupakan
yang kita maksud ketika kita membicarakan input volatilitas ke dalam
model teori pricing. Trader jarang membicarakan future volatility karena
masa depan tidak mungkin diketahui.
2. Historical Volatility
Untuk dapat mengetahui masa depan maka perlu mempelajari masa
lalu. Hal ini dilakukan dengan membuat suatu permodelan dengan teori
pricing berdasarkan data masa lalu untuk dapat meramalkan volatilitas
pada masa yang akan datang. Terdapat bermacam-macam pilihan dalam
menghitung historical volatility, namun sebagian besar metode
bergantung pada pemilihan dua paremeter, yaitu periode historis dimana
volatilitas akan dihitung, dan interval waktu antara perubahan harga.
Periode historis dapat berupa jadi empat belas hari, enam bulan, lima
tahun, atau lainnya. Interval waktu dapat berupa harian, mingguan,
bulanan, atau lainnya. Future volatility dan historical volatility terkadang
disebut sebagai realized volatility.
3. Forecast Volatility
Seperti halnya terdapat jasa yang berusaha meramalkan pergerakan
arah masa depan harga suatu kontrak, demikian juga terdapat jasa yang
berusaha meramalkan volatilitas masa depan suatu kontrak. Peramalan
bisa jadi untuk suatu periode, tetapi biasanya mencakup periode yang
identik dengan sisa masa option dari underlying contract.
4. Implied Volatility
Umumnya future, historical, dan forecast volatility berhubungan
dengan underlying contract. Implied volatility merupakan volatilitas yang
harus kita masukkan ke dalam model teoritis pricing untuk menghasilkan
nilai teoritis yang identik dengan harga option di pasar.
5. Seasonal Volatility
Komoditas pertanian tertentu seperti jagung, kacang, kedelai, dan
gandum sangat sensitif terhadap faktor-faktor volatilitas yang muncul
dari kondisi cuaca musim yang jelek. Oleh karena itu berdasarkan faktorfaktor tersebut harus dit etapkan volatilitas yang tinggi pada masa-masa
tersebut.
