Leverage (skripsi dan tesis)

Leverage digunakan untuk menjelaskan kemampuan perusahaan dalam
menggunakan aset dan sumber dana untuk memperbesar hasil pengembalian
kepada pemiliknya. Perusahaan dengan leverage yang tinggi mengindikasikan
bahwa perusahaan menggunakan lebih banyak utang dalam struktur
modalnya. Wulansari (2013) menjelaskan bahwa:
1. Penggunaan utang akan memberikan perlindungan pajak, sebagai
akibatnya penggunaan utang yang lebih besar akan mengurangi pajak dan
menyebabkan makin banyak laba operasi perusahaan yang akan diterima
investor.
2. Dalam dunia nyata perusahaan memiliki rasio utang yang meminta utang
kurang dari 100% dengan alasan untuk mengurangi dampak potensi
kebangkrutan yang buruk.
3. Terdapat batas tingkat penggunaan utang dimana struktur modal optimal
terjadi ketika manfaat perlindungan pajak marjinal sebanding dengan
biaya-biaya yang berhubungan dengan kebangkrutan manajerial.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan utang akan
meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga pasar sahamnya
sampai pada batas tertentu. Namun setelah batas tersebut tercapai maka
penambahan utang akan menurunkan nilai perusahaan karena manfaat dari
penggunaan utang lebih kecil dari biaya yang harus ditanggung perusahaan.
Tetapi tingkat debt ratio yang terlalu kecil juga tidak baik, sebab akan
menyebabkan tingkat kembalian yang semakin kecil.
Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi berarti memiliki utang
yang lebih besar dibandingkan modal. Menurut Wulansari (2013) kerugian
yang ditimbulkan dari penggunaan leverage, yaitu:
1. Semakin tinggi debt ratio, semakin berisiko perusahaan, karena semakin
tinggi biaya tetapnya yaitu berupa pembayaran bunga.
2. Jika sewaktu-waktu perusahaan kesulitan keuangan dan operating income
tidak cukup untuk menutup beban bunga, maka akan menyebabkan
kebangkrutan.
Leverage dibagi menjadi dua yaitu leverage operasi (operating
leverage) dan leverage keuangan (financial leverage). Leverage operasi
adalah suatu indikator perubahan laba bersih yang diakibatkan oleh besarnya
volume penjualan sedangkan leverage keuangan merupakan penggunaan
utang untuk meningkatkan laba. Semakin besar rasio leverage, berarti
semakin tinggi nilai utang perusahaan. Dengan demikian, perusahaan yang
mempunyai rasio leverage yang tinggi, berarti proporsi hutangnya lebih tinggi
dibandingkan dengan proporsi aktivanya akan cenderung melakukan
manipulasi dalam bentuk manajemen laba.