Perusahaan kadang kala mengalami situasi yang tidak pasti. Konservatisme adalah prinsip dalam pelaporan keuangan yang dimaksudkan untuk mengakui dan mengukur aktiva dan laba dengan penuh kehatia-hatian yang disebabkan oleh aktivitas ekonomi dan bisnis yang penuh dengan ketidakpastian. Konservatisme merupakan prinsip yang erat hubungannya dengan laporan keuangan dan informasi laba yang terkandung di dalamnya. Dalam prinsip konservatisme akuntansi suatu perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian terhadap suatu keadaan yang tidak pasti untuk menghindari optimisme yang berlebihan dari pihak manajemen. Konservatisme akuntansi adalah tindakan tidak mengakui laba sebelum benar-benar terjadi dan harus mengakui kerugian yang sangat mungkin terjadi. Konservatisme merupakan pandangan pesimis yang berarti memperlambat pengakuan laba. Laba yang disajikan secara konservatif mencerminkan laba yang diperoleh sesungguhnya. Artinya laba yang disajikan tidak dibesar-besarkan sehingga hasil pengakuan dan pengukuran laba yang didasar kehati-hatian tersebut menyebabkan laba yang dihasilkan berkualitas. Inti dari konservatisme akuntansi adalah menunda pengakuan laba yang belum terealisasi tetapi mengakui kerugian yang telah menjadi ekspektasi. Konservatisme merupakan salah satu kriteria konseptual prinsip akuntansi. Konservatisme adalah sikap atau aliran dalam menghadapi ketidakpastian untuk mengambil tindakan atau keputusan atas dasar munculan yang terjelek dari ketidakpastian tersebut (Suwardjono, 2013: 245). Manajemen perusahaan memiliki kebebasan dalam memilih prinsip akuntansi yang berlaku apakah kebebasan yang bersifat agresif atau konservatif. Prinsip konservatisme telah lama diterapkan dalam komponen laporan keuangan. Konservatisme akuntansi adalah kehati-hatian dalam mengakui dan mengukur aktiva dan laba serta segera mengakui kerugian yang mungkin terjadi. Konservatisme terkait dengan melaporkan pandangan yang paling tidak optimis saat menghadapi ketidakpastian pengukuran. Konservatisme yang menyajikan aset dan laba terlalu rendah akan mengurangi tingkat keandalan dan relevansi informasi akuntansi. Konservatisme akuntansi menyatakan bahwa apabila ada beberapa alternatif akuntansi maka alternatif yang seharusnya dipilih adalah alternatif yang paling kecil kemungkinannya untuk melaporkan aset atau pendapatan lebih besar dari yang seharusnya (overstate) (Mamduh dan Abdul, 2014: 41). Konservatisme timbul karena adanya kecenderungan oleh pihak manajemen untuk menaikkan nilai aset dan pendapatan suatu perusahaan. Konservatisme saat ini lebih dikaitkan dengan kehatihatian. Konservatisme merupakan reaksi yang berhati-hati atas ketidakpastian yang ada, sedemikian rupa agar ketidakpastian tersebut dan risiko yang berkaitan dengan situasi bisnis bisa dipertimbangkan dengan cukup memadai. Pelaporan yang didasari kehati-hatian akan memberi manfaat yang terbaik untuk semua pengguna laporan keuangan. Prinsip konservatisme pada dasarnya adalah mengakui kerugian secepatnya, tetapi mengakui keuntungan ketika hal itu benar-benar terjadi. Konservatisme akuntansi mengurangi kemungkinan laba dinyatakan terlalu tinggi. Konservatisme akuntansi mempengaruhi kualitas laba menjadi lebih baik. Implikasi penerapan prinsip konservatisme akuntansi ini adalah mengakui biaya atau rugi yang kemungkinan terjadi, tetapi kemungkinan perusahaan memperoleh pendapatan atau laba diakui ketika perusahaan tersebut benar-benar mengalami hal tersebut.
