Sebelum investor menanamkan modalnya di suatu perusahaan, seorang investor akan melihat dan mempelajari laporan keuangan yang telah disusun dan dipublikasikan oleh perusahaan. Hal pertama yang dilihat adalah laba pada satu periode tertentu. Laba yang disajikan di dalam laporan keuangan merupakan hal pertama yang dilihat oleh seorang investor. Bagi investor laba merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kinerja operasional perusahaan. Pelaporan laba perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Laba akuntansi yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Kualitas laba merupakan informasi penting yang tersedia bagi pengguna laporan keuangan dan dapat digunakan untuk menilai suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dengan kualitas laba adalah investor untuk kepentingan keputusan investasinya dan kreditur untuk kepentingan contracting. Kualitas laba adalah salah satu informasi penting yang digunakan oleh investor untuk menilai perusahaan dan pengambilan keputusan investasi. Kualitas laba merupakan informasi yang dapat mempengaruhi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Rendahnya kualitas laba dapat membuat para investor mengalami kesalahan dalam pengambilan keputusan. Chandarin (2003) dalam Fendi dan Rovila (2011) laba akuntansi yang berkualitas adalah laba akuntansi yang mempunyai sedikit atau tidak mengandung gangguan persepsian di dalamnya dan dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Laba yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan kelanjutan laba (sustainable earning) dimasa depan, yang ditentukan oleh komponen akrual dan kas serta dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya (Yeni, 2013). Dalam penelitian ini proksi yang digunakan untuk mengukur kualitas laba adalah rasio quality of income yang digunakan pula dalam penelitian oleh Fendy dan Rovila (2011). Karena kualitas laba yang didasarkan pada ukuran rasio kas operasi dengan laba mengindikasikan bahwa laba tersebut semakin berkualitas. Kualitas laba adalah penilaian sejauh mana laba sebuah perusahaan dapat diperoleh berulang-ulang. Kualitas pelaporan yang tinggi menunjukkan tingginya kualitas informasi keuangan (Surifah, 2010). Kualitas laba merupakan indikator penting dari kualitas informasi keuangan yang menjadi pusat perhatian oleh para pemegang saham untuk dasar pengambilan keputusan. Jika laba perusahaan yang disajikan secara perataan laba maka kualitas laba yang dihasilkan rendah. Hal ini karena laba yang disajikan tidak mencerminkan kinerja keuangan yang sesungguhnya. Fendy dan Rovila (2011) salah satu ciri yang menentukan kualitas laba adalah hubungan antara laba akuntansi dengan arus kas operasi maka semakin tinggi pula hubungan antara laba akuntansi dengan arus kas maka semakin tinggi pula kualitas laba. Hal ini disebabkan karena semakin banyak transaksi pendapatan dan biaya yang merupakan transaksi kas bukan akrual, sehingga pengakuan pendapatan dan biaya semakin obyektif dalam laporan laba rugi komprehensif. Kualitas laba ditunjukkan oleh kedekatan laba dengan arus kas operasi. Laba yang semakin dekat dengan arus kas operasi menunjukkan laba semakin berkualitas. Dengan menggunakan ukuran rasio kas operasi dengan laba, kualitas laba ditunjukkan oleh kedekatan laba dengan aliran kas operasi yang menandakan bahwa laba semakin berkualitas. Penentu kualitas laba mencakup lingkungan usaha perusahaan dan prinsip akuntansi yang dipilih dan diaplikasi oleh perusahaan (Subramanyam dan John, 2010: 144). Laba yang disajikan dalam laporan keuangan digunakan oleh manajemen untuk menarik minat investor dan kreditur. Hal ini menyebabkan manajemen seringkali merekayasa laba dalam laporan keuangan. Tindakan manajemen memanipulasi laba yang dilaporkan di dalam laporan keuangan mengakibatkan kualitas laba yang dihasilkan rendah karena tindakan tersebut akan menyesatkan investor dalam pengambilan keputusan. Pada penelitian ini kualitas laba diukur menggunakan rasio quality of income yang digunakan pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Fendy dan Rovila pada tahun 2011.
