Kinerja Perusahaan (skripsi dan tesis)

Kinerja perusahaan adalah sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan
dari hasil kerja dalam periode tertentu dengan mengacu pada tujuan yang sudah
ditetapkan. Untuk mengetahui kinerja yang telah dicapai maka perlu dilakukan
penilaian kinerja.
Kinerja perusahaan pada umumnya dilihat dari laporan keuangan
perusahaan. Laporan keuangan sering dijadikan dasar untuk penilaian kinerja
perusahaan, salah satu jenis laporan keuangan yang mengukur keberhasilan operasi
perusahaan untuk suatu periode tertentu adalah laporan laba rugi.
Informasi mengenai kinerja perusahaan dibutuhkan oleh users untuk
melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola dana dari
investor. Dalam penelitian ini pengukuran kinerja dibedakan menjadi dua
pengukuran, yaitu pengukuran kinerja operasional perusahaan dan pengukuran
kinerja pasar. Pengukuran kinerja internal perusahaan menggunakan ROA sedangkan
pengukuran kinerja eksternal perusahaan menggunakan Tobin’s Q (Nia, 2011:7).
Ukuran untuk menilai kinerja pasar menggunakan Tobin’s Q dan untuk menilai
kinerja operasional perusahaan menggunakan ROA (Klapper dan Love, 2002 dalam
Bambang dan Elen, 2010:2).
1. Pengukuran kinerja pasar :
Pengukuran kinerja pasar dalam penelitian ini menggunakan Tobins Q karena
untuk melihat kinerja perusahaan pada pasar sahamnya sehingga investor bisa
melihat kinerja perusahaan dan melihat pertumbuhan investasi. Investor dapat
melihat peluang investasi dengan nilai Tobins Q dari perusahaan (Lang et al,
1989 dalam Bambang dan Elen, 2010:2). Saham perusahaan dikatakan
mengalami pertumbuhan apabila perusahaan memiliki nilai Tobins Q yang
tinggi (Conqvist dan Nilsson, 2003 dalam Mahmud dkk, 2009:10). Penelitian
ini menggunakan Tobins Q untuk mengetahui kemampuan perusahaan
Pengukuran Tobins Q dari MVE diperoleh dari harga saham penutupan (closing
price) dikalikan jumlah saham yang diperdagangkan (traded shares) kemudian
hasil MVE ditambah DEBT, dibagi dengan total aktiva.
2. Pengukuran kinerja operasional perusahaan :
ROA digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dari laba bersih dibagi
total asset. ROA menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan
mengelola asset yang dimiliki untuk memperoleh laba bersih. Asset yang
dimiliki perusahaan dikelola dengan baik untuk menghasilkan laba bersih bagi
perusahaan dan dari laba tersebut perusahaan dapat mengembalikan investasi
dari aset tersebut, dengan begitu perusahaan menunjukkan kinerja
operasionalnya dan memiliki kemampuan untuk pengembalian kepada
pemegang saham. Perusahaan yang dapat menghasilkan laba dari aset yang
dimilikinya diukur dengan rasio keuangan yaitu return on assets (ROA) untuk
melihat efektivitas perusahaan (Astiwi, 2009:38). Kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya dapat diukur
menggunakan ROA (Mamduh dan Abdul, 2007:84).