Rasio Likuiditas (skripsi dan tesis)

Terdapat beberapa pengertian Rasio Likuiditas menurut para ahli
menurut Munawir rasio likuiditas (2004:37) adalah “untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek
rasio likuiditas dapat dihitung berdasarkan informasi modal kerja pos-pos aktiva
lancar dan hutang lancar.” Menurut Bambang Riyanto (2008:25) menyatakan
bahwa “Rasio likuiditas yang berhubungan dengan masalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban financialnya yang segera harus
dipenuhi.” Menurut Fred Weston dalam Kasmir (2012:129) adalah “Rasio yang
menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka
pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu memenuhi
utang (membayar) tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.”
Dari pengertian yang telah diuraikan diatas dapat diambil kesimpulan
bahwa rasio likuiditas merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban financialnya (utang) jangka pendek pada saat sudah jatuh
tempo, sehingga likuiditas sering disebut dengan short term liquidity. Analisis
rasio likuiditas merupakan teknik analisis yang lazim digunakan untuk
mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat
besarnya aktiva lancar relatif terhadap hutang lancarnya. Dengan
dipergunakannya current ratio. Sebagai alat analisis dalam melihat dan
mengukur likuiditas yaitu Current Ratio.
Terdapat beberapa pengertian current ratio menurut para ahli, menurut
Kasmir (2012:134) “untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih
secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.
Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat
keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.” Menurut Arthur J. Keown yang
diterjemahkan oleh Charlie Sariputra (2011:75) “Current ratio menunjukkan
likuiditas perusahaan yang diukur dengan membandingkan aktiva lancar
terhadap hutang lancar (hutang lancar atau hutang jangka pendek).”
Berdasarkan pengertian-pengertian yang di ungkapkan oleh para ahli
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa current ratio merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka
pendeknya (jatuh tempo kurang dari satu tahun) dengan menggunakan aktiva
lancar.