Informasi yang bersifat fundamental diperoleh dari kondisi intern perusahaan
dan informasi yang bersifat teknikal diperoleh dari dari luar perusahaan, seperti
ekonomi, politik, financial, dan faktor lainnya. Informasi yang diperoleh dari
kondisi intern perusahaan yang lazim digunakan adalah informasi laporan
keuangan perusahaan (Jogiyanto, 1997 dalam Subalno 2009).
Informasi fundamental adalah informasi yang berhubungan dengan kondisi
perusahaan yang umumnya ditunjukkan dalam laporan keuangan yang merupakan
salah satu ukuran kinerja perusahaan. informasi fundamental sering digunakan
untuk memprediksi harga saham (Faried, 2008). Analisis fundamental mencoba
memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan cara mengestimasi
nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang
akan datang dan menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga
diperoleh taksiran harga saham (Juwandono,2014). Analisis fundamental
mencoba memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan
mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di
masa yang akan datang, dan menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut
sehingga diperoleh taksiran harga saham (Suad Husnan, 2005). Dari laporan
keuangan dapat diketahui faktor-faktor fundamental antara lain: rasio-rasio
keuangan, arus kas, serta ukuran-ukuran kinerja lainnya yang dihubungkan
dengan return saham.
Pendanaan perusahaan yang dibiayai oleh hutang, jika perusahaan dapat
mengelola hutangnya dengan baik, maka dapat digunakan untuk meningkatkan
laba perusahaan, sehingga menambah asset perusahaan, dengan meningkatkan
asset akan mendorong perusahaan menjadi lebih besar. Semakin besar suatu
perusahaan akan menarik investor untuk membeli saham pada perusahaan tersebut
maka harga saham akan meningkat dan return yang dihasilkan akan semakin
besar.
