Proses Pembangkit Citra (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler & Keller (2009:264) dalam Sabran. B ada enam panduan
umum membangun citra, yaitu:
1. Memetakan persepsi
Proses memetakan persepsi merupakan bagian dari evaluasi terhadap
kinerja perusahaan dan persepsi yang telah melekat pada citra perusahaan
sebelumnya.
2. Menyesuaikan dengan Visi Manajemen
Kesesuaian dengan aktivitas top manajemen merupakan hal yang mutlak
perlu, inilah sebabnya perusahaan harus mampu meyakinkan dan
mengoptimalkan peran public relation.
3. Pahami Audiens
Perusahaan harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens atau
konsumen karena hal itu sangat penting karena akan menentukan
program perusahaan dalam membangun citra berhasil atau tidak.
4. Fokus
Pada saat perusahaan menyampaikan program-program yang akan
menjadi target pembangkit citra, perusahaan harus tetap konsisten dan
fokus pada tujuan yang utama.
5. Kreativitas
Untuk melakukan komunikasi yang baik diperlukan kreativitas yang
mampu membuat konsumen tertarik dan perusahaan harus peka terhadap
apa yang disampaikan oleh perusahaan.
6. Konsistensi
Perusahaan dalam upaya membangkitkan citra harus tetap konsisten
dengan apa yang dikerjakan oleh perusahaan agar konsumen percaya dan
yakin terhadap kinerja perusahaan yang berujung pada persepsi atas citra
perusahaan tersebut.
Sedangkan menurut Surachman S.A (2008:276), ada lima hal yang dapat
diadopsi oleh perusahaan dalam rangka membangun citra perusahaan atau citra
produknya:
1. Kesatuan (single entity), dimana produk dan perusahaan adalah satu
kesatuan yang tidak terpisahkan.
2. Dominasi merek (brand dominance), tidak ada upaya untuk membuat
hubungan antara produk dan perusahaan.
3. Dominasi yang sama atau adil (equal dominance), dimana keduanya
produk dan perusahaan sama-sama diketahui oleh pelanggan dengan
baik.
4. Dominasi yang digabungkan (mixed dominance), dimana citra
perusahaan atau citra produk sama-sama dimunculkan secara bergantian
secara bergantian agar keduanya menjadi suatu bauran yang saling
melengkapi.
5. Dominasi perusahaan (corporate dominance), dimana citra perusahaan
selalu dikomunikasikan agar tetap terjaga