Pesan menurut Kotler (2000 : 581) adalah sekumpulan simbol yang dikirimkan dari pengirim ke penerima hal yang sangat penting sekali karena pesan inilah yang akhirnya akan sampai kepada konsumen untuk itu diperlukan usaha-usaha kreatif dalam menetapkan keputusan mengenai pesan ini. Philip Kotler (2000 : 581) mengemukakan bahwa ada tiga tahap mengembangkan strategi kreatif yaitu : 1. Pembentukan pesan (Massage generation) a. Metode induktif, dengan cara ini dilakukan pembicaraan dengan konsumen, penyalur, para ahli dan pesaing. Konsumen merupakan sumber pokok utama untuk ide yang baik. b. Metode deduktif, bahwa para pembeli mengharapkan salah satu dari empat tipe penghargaan sebuah produk yang rasional, keindraan pengalaman dalam menggunakan produk dan penggunaan pengalaman penggunaan insidentil. 2. Evluasi dan pemilihan pesan (Massage evaluation and selection) Memasang iklan harus mengevaluasi pesan alternatif pesan pertama-tama harus menyatakan sesuatu yang dibutuhkan dan pentingnya yang ada dalam produk itu. Pesan juga harus menginformasikan sesuatu yang berbeda yang tidak ada pada produk lain pada kategori produk itu. Pesan juga harus dapat dipercaya dan dibuktikan. 3. Pelaksanaan pesan (Massage exececution) Dampak pesan tidak hanya tergantung pada suatu yang dikatakan tetapi juga pada bagaimana hal itu dikatakan. Iklan tertentu lebih menekankan penempatan produk secara rasional (menimbulkan pikiran rasional) dan iklan lainnya lebih bertujuan penempatan emosional (menimbulkan pemikiran emosianal) individu yang kreatif harus mencari gaya, bunyi kata-kata dan format untuk sebuah pesan. Dalam merancang bentuk pesan, ada empat hal yang perlu diperhatikan menurut Djaslim Saladin dan Yevis Marty Oesman (2002) yaitu : apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakan secara simbolik (format pesan), siapa yang seharusnya yang mengatakannya (sumber pesan), dan bagaimana mengatakan secara logis (struktur pesan). 1. Isi pesan Komunikator memperhatikan apa yang akan dikatakan kepada audiens sasaran agar menghasilkan tanggapan yang diharapkan, iklan yang baik biasanya berfokus pada penjualan inti, disarankan iklan harus diperingkatkan berdasarkan peringkat. Diinginkan (desirable), tingkat keekslusifannya (exlusifness) dan tingkat keterpercayaannya (belie viability). 2. Sumber pesan Pesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik atau terkenal akan lebih efektif jika mereka dapat melambangkan atribut produk yang utama, tetapi yang sama pentingnya adalah kredibilitas mode iklan tersebut karena pesan yang disampaikan oleh sumber yang sangat terpercaya akan berdampak lebih meyakinkan. 3. Format pesan Komunikator harus mengembangkan suatu format yang tepat unik pesanya, komunikator dengan teliti memilih jata-kata dan kualitas suara. 4. Struktur pesan Pengiklanan harus menentukan bagaimana iklan tersebut akan disajikan kepada audiens, apakah akan disajikan sepihak, yang menunjukan keunggulan saja (one side presentation) atau akan disajikan secara dua pihak, yang mengatakan kekurangan dan kelebihannya (two side argument).
