Secara tradisional, model holistic keperawatan tentang kesehatan telah mencakup dimensi fisik, psikologis, kultural, perkembangan, sosial dan spiritual. Setiap dimensi berhubungan dengan dimensi lainnya mengandung gambaran atau karakteristik yang unik. Terdapat model pilihan yang dikembangkan oleh Farran et al, yang menunjukkan signifikansi tentang spiritualitas sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam hidup. Dalam model ini dijelaskan bahwa spiritualitas mewakili totalitas keberadaan seseorang dan berfungsi sebagai perspektif pendorong yang menyatukan berbagai aspek individual. Lebih jauh didefinisikan model penyatuan spiritualitas dengan meringkaskan berbagai pandangan teoritis tentang spiritualitas (Potter & Perry, 2005). Dimensi spiritualitas menyebar di seluruh dimensi lainnya, baik itu dikenali atau dikembangkan oleh individu atau tidak. Individu dikuatkan melalui diri yang mengakibatkan peralihan kearah kesejahteraan. Pertumbuhan spiritual terjadi hampir pada seluruh rentang kehidupan. Individu mencapai tahap perkembangan yang berbeda tergantung pada karakteristik individu masing – masing dan interpretasi tentang pengalaman dan pertanyaan dalam kehidupan. Terdapat pandangan teoritis mengenai spiritual serta bagaimana teori ini dapat diaplikasikan terhadap keperawatan. Menurut teori filosofi, perawat dapat meneliti esensial, asal, sifat dan nilai keyakinan spiritual seseorang. Filosofi membantu seseorang meneliti keyakinan seseorang guna memahami secara logis dan seberapa jauh spiritualitas menjadi cara hidup seseorang. Hal ini memberikan pemandangan yang luas tentang dimensi spiritual. Dari teori teologi spiritualitas dapat membantu perawat mencapai pemahaman tentang keyakinan seseorang mengenai sifat Tuhan atau menghargai kehidupan yang lebih tinggi. Teologi membentuk keyakinan seseorang tentang hidup dan makna dari pengalaman ini. Melalui pandangan teori fisiologis tentang spiritrualitas membantu perawat untuk memahami interaksi yang terjadi diantara tubuh, pikiran dan spirit dalam sehat dan sakit. Pandangan psikologis memberi perawat suatu pemahaman tentang proses mental seseorang, pengalaman, dan emosi serta peran spiritualitas yang dimainkan dalam ekspresi yang berbeda pada tiap – tiap individu. Perawat akan mampu mencerna apa yang member makna hidup pada klien, kemana klien mencari pedoman, dan dari sumber apa klien mendapat dorongan dan harapan. Dalam teori sosiologi dijelaskan bahwa semua orang dipengaruhi oleh masyarakat atau kelompok dimana mereka hidup. Pandangan ini membantu perawat memahami pentingnya individu dan kelompok yang menempatkan hubungan dengan seseorang yang mempunyai keyakinan serupa. Pandangan ini juga menunjukkan kepentingan dan makna yang dimiliki dalam ritual dan praktik bagi individu dan kelompok (Potter & Perry, 2005).
