Sensitivitas Etika (skripsi dan tesis)

Sensitivitas etika merupakan kemampuan mahasiswa akuntansi untuk menyadari nilai-nilai etika dan moral dalam suatu keputusan etis yang berdampak pada perilaku etis (Rusdiana dalam Nurma 2011). Sensitivitas etika merupakan ciri-ciri tindakan yang mendeteksi kemungkinan lulusan berperilaku etis. Apabila selama proses perkuliahan, mahasiswa berperilaku tidak etis, maka kemungkinan besar perilaku tidak etis tersebut akan terus terbawa setelah mahasiswa tersebut lulus (Nurma , 2011). Menurut Ryanto (2008) dalam Feby (2013), sensitivitas etika adalah kemampuan mahasiswa akuntansi dalam menyadari adanya nilai-nilai etika dalam pengambilan keputusan etis. Keputusan sering kali memiliki konsekuensi dan kerelaan untuk memilih pilihan-pilihan tersebut meskipun memiiki resiko yang berat. Sensitivitas Etika diukur dengan menggunakan variabel Perilaku Tidak Etis. Menurut Feby (2013) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan etis adalah: 1. Lingkungan kerja individu, seperti budaya, organisasi, pengalaman seseorang yang dapat mempengaruhi persepsi keberadaan suatu masalah etika dan konsekuensinya. 2. Kebutuhan individu, seperti motivasi kerja dimana akan berdampak pada produktivitas kerja dan kinerja organisasi. 3. Perilaku individu, dimana dalam suatu lingkungan organisasi yang baru, individu memiliki kepercayaan, kebutuhan, pengalaman, dan kemampuan. Dalam organisasi, individu memiliki karakteristik yang diaplikasikan dalam wewenang, tugas, tanggung jawab. Jika karakteristik individu berinteraksi dengan karakteristik organisasi, maka akan menghasilkan perilaku individu dalam organisasi. 4. Kebiasaan individu, yaitu tingkah laku yang dilakukan individu secara berulang-ulang karena faktor nyaman dan menyenangkan.