Pemasaran Konten Pemasaran konten (Content Marketing) (skripsi dan tesis)

merupakan strategi pemasaran dengan cara menghasilkan konten yang memiliki tujuan untuk memberi informasi kepada calon (konsumen) yang bersifat persuasif atas produk yang dipasarkan. Persuasif tersebut dapat berupa ajakan dengan cara memberi alasan dan prospek yang baik untuk menyakinkan konsumen. Strategi pemasaran ini memfokuskan pada pembuatan dan pendistribusian konten yang bernilai,  relevan, dan konsisten agar dapat menarik dan mepertahankan audiens yang sudah ditetapkan dengan jelas dan secara keseluruhan untuk mendorong tindakan konsumen yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan demikian fungsi dan tujuan pemasaran konten adalah untuk mengedukasi konsumen dan menjadi jembatan yang menghubungkan antara produsen dan konsumen untuk membentuk sebuh proses komunikasi yang menyenangkan melalui informasi konten yang dimiliki (Philip Kottler dalam Kertajaya dan Setiawan 2018:119). Hal ini menjadikan arti dari pemasaran konten bukan sebagai strategi memasarkan produk atau jasa secara langsung, melainkan usaha penciptaan konten yang bertujuan mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian. Penggunaan strategi pemasaran konten memiliki tujuan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dengan cara yang konsisten membuat dan mengurasi konten-konten bernilai dan relevan dengan maksud mengubah atau memperbaiki perilaku konsumen. Hal ini menjadikan proses berkelanjutan terbaik yang diintegrasikan kedalam strategi pemasaran secara keseluruhan dan berfokus pada memiliki media bukan menyewakan media. Pada dasarnya pemasaran konten adalah sebuh seni berkomunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan tanpa harus menjual. Esensi dari strategi konten yang dilakukan adalah keyakinan bahwa pemilik bisnis menyampaikan informasi secara konsisten dan bernilai untuk para pembeli. Maka mereka akan memberikan timbal balik dengan bisnis dan juga kesetiaan (loyalty). Menurut Raper Public Affairs, 80% dari pembuatan keputusan lebih memilih untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan dari rangkaian artikel 15 dibandingkan melalui iklan, 70% menyebutkan pemsaran konten membuat mereka lebih dekat pada keputusan untuk mensposori sebuah perusahaan, sementara itu 60% mengatakan bahwa konten tentang perusahaan membantu mereka untuk memutuskan dengan lebih baik. Pemasaran konten yang efektif mengharuskan pemasar menciptakan konten asli secara internal atau memilih dari sumber eksternal. Selain itu para pemasar juga harus mendistribusikan kontennya melalui saluran atau media yang dipilih. Pada pemasaran konten hal yang paling umum adalah melaksanakan prouksi dan distribusi konten secara langsung tanpa melakukan kegiatan pra produksi dan pasca distribusi yang tepat. Berikut delapan langkah dalam melakukan pemasaran konten yang harus diterapkan oleh pemasar (Philip Kottler dalam Kertajaya dan Setiawan 2018:124-134): 1. Menetapkan Tujuan Sebelum memulai perjalanan pemasaran konten, pemasar harus mendefinisikan tujuan secara jelas. Jika tanpa tujuan yang tepat pemasar dapat tersesat ketika mencurahkan diri dalam penciptaan konten dan distribusi. Tujuan pemasar harus selaras dengan tujuan bisnis secara keseluruhan dan diterjemahkan menjadi metric kunci yang akan mengevaluasi pemasaran kontennya. 2. Pemetaan Target Pasar Begitu tujuan sudah ditetapkan maka pemasar harus menentukan kelompok mana yang ingin mereka fokuskan. Menetapkan sub bagian kelompok tertentu dapat membantu pemassar menciptakan konten yang lebih 16 tajam dan lebih dalam sehingg memberikan kontribusi pada penceritaan efektif tentang merek. 3. Pengagasan dan Perencanaan Konten Dalam mencari gagasan tentang konten yang akan diciptakan harus melalui perencanaan yang tepat. Dengan mengkombinasikan tema yang relevan, format yang cocok, dan narasi yang solid akan memastikan terwujudnya konten yang sukses. 4. Penciptaan Konten Pemasar konten yang sukses mengetahui bahwa penciptaan konten bukanlah pekerjaan ringan. Penciptaan konten membutuhkan komiten besar dalam hal waktu dan anggaran. Apabila konten tidak berkualitas tinggi, asli, dan kaya maka konten hanya akan menghamburkan waktu dan terkadang bisa menjadi boomerang bagi pemasar. 5. Distribusi Konten Pemasar harus memastikan bahwa konten mereka dapat ditemukan oleh konsumen melalui distribusi yang tepat. Terdapat tiga kategori besar saluran media yang digunakan pemasar koten yakni, media yang dimiliki, berbayar, dan diperoleh. 6. Penguatan Konten Kunci dalam mendapatkan distribusi media yang kuat adalah strategi penguatan konten. Dengan cara menjangkau orang-orang berpengaruh didalam suatu kelompok sehingga memungkinkan konten akan menjadi viral. 7. Evaluasi Pemasaran Konten Evaluasi terhadap pemasaran konten merupakan langkah dari pasca produksi. Hal ini mncakup pengukuran performa strategis maupun taktis. Secara strategis, pemasar harus mengevaluasi apakah strategi pemasaran konten mencapai tujuan penjualan dan merek yang ditetapkan pada langkah 1. Sehingga memiliki tujuan yang selaras dengan keseluruhan tujuan bisnis. Evaluasi ini sangat mudah dan dapat dipadukan dengan seluruh pengukuran performa merek. Secara taktis, pemasar harus mengevaluasi metric pemasaran konten kunci dengan bergantung pada pilihan format dan saluran media. 8. Perbaikan Pemasaran Konten Konten memiliki sifat yang dinamis, sehingga perbaikan pemasaran konten secara berkala dianggap sangat penting. Hal ini menjadikan pemasar untuk menentukan evaluasi dan horizon perbaikan dalam memutuskan kapan waktu untuk mengubah pendekatan pemasaran konten. Selain itu pemasaran konten butuh waktu untuk memberikan dampak dan membutuhkan kegigihan pada tingkat tertentu dalam konsistensi pelaksanaanya.