Theory Planned Behavior adalah teori hasil pengembangan dan
penyempurnaan dari reason action theory yang dikemukakan oleh Fishbein dan
Ajzen (1975). Teori ini memiliki fokus utama yang sama dengan reason action
theory yaitu menekankan pada intensi seseorang untuk melakukan suatu perilaku
tertentu. Intensi dinilai untuk melihat faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi
perilaku. Intensi merupakan suatu tanda seberapa keras orang mau berusaha untuk
melakukan suatu perilaku dan seberapa besar usaha yang dikeluarkan seseorang
tersebut.
Fishbein dan Ajzen (1975) mengemukakan bahwa dalam reason action theory
terdapat faktor sikap pribadi dan norma subjektif untuk penentu intensi seseorang
yang mempengaruhi suatu perilaku. Sikap pribadi merupakan evaluasi positif dan
negatif suatu individu terhadap perilaku tertentu, sedangkan norma subjektif adalah
persepsi seseorang terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan
perilaku tertentu. Namun, reason action theory dinilai belum menielaskan tingkah
laku yang tidak sepenuhnya berada dibawah kontrol seseorang. Oleh karena itu,
ditambahkan satu faktor yang menentukan intensi dalam theory of blanned behavior
yaitu perceived behavioral control. Ajzen (2005) menjelaskan bahwa perceived behavioral control merupakan persepsi suatu individu terhadap kontrol yang
dimilikinya sehubunngan dengan perilaku tertentu. Faktor ini menunjukkan mudah
atau sulitnya melakukan suatu perilaku tertentu yaitu persepsi suatu individu dan
diasumsikan sebagai gambaran dari pengalaman masa lalu dan juga hambatan yang
diantisipasi.
Berdasarkan penjelasan diatas Theory of Planned Behavior didasarkan pada
asumsi bahwa manusia adalah makhluk yang rasional dan menggunakan informasiinformasi yang mungkin berguna baginya secara sistematis. Orang harus memikirkan
akibat dari tindakan yang akan mereka lakukan sebelum mereka memutuskan untuk
melakukan atau tidak melakukannya perilaku-perilaku tertentu.
