Integrasi Proses (skripsi dan tesis)

a. Definisi Integrasi Proses
Integrasi merupakan gabungan dari berbagai aktivitas
hingga membentuk keseluruhan, integrasi dapat meningkatkan
hubungan pada setiap rantai nilai juga dapat memfasilitasi dalam
pengambilan keputusan dan memungkinkan terjadinya penciptaan
rantai nilai.
b. Tahapan Integrasi Proses
Ada beberapa tahapan untuk mencapai suatu sistem
manajemen rantai pasokan yang terintegrasi. Pengembangan dari
manajemen logistik ke manajemen rantai pasokan terdiri dari
beberapa tahapan (Indrajit dan Djokropranoto, 2012) :
1) Tahap 1: Dasar (Baseline)
Pada tahap ini fungsi produksi dan fungsi logistik masih
melakukan aktivitas masing-masing dan terpisah. Bagian
produksi tidak memikirkan mengenai persediaan yang ada,
kurangnya persediaan ataupun persediaan yang berlebihan
karena bagian produksi hanya bertugas dalam memproduksi
suatu produk sesuai dengan standar mutu yang telah
ditetapkan.
2) Tahap 2: Fungsional Integrasi (Functional Integration)
Menggabungkan fungsi-fungsi yang mempunyai aktivitas yang
hampir sama atau fungsi yang berdekatan, mulai
dipertimbangkan pada tahapan ini, karena dalam hal ini proses
integrasi sudah mulai dipertimbangkan.
3) Tahap 3: Integrasi secara Internal (Internal Integration)
Semua fungsi yang terkait di dalam suatu organisasi atau
perusahaan merupakan proses integrasi secara internal untuk
melakukan perencaan kerangka kerja dan pengawasan.
4) Integrasi secara Eksternal (Eksternal Integration)
Merupakan tahap akhir dan tahap sebenarnya dari Supply
Chain Integration, karena tahap ini melanjutkan dari tahap
perencanaan dan pengawasan (Internal Integration), yaitu ke
hulu (upstreams) dan ke hilir (downstreams), sampai ke
pelanggan.
Pola integrasi Supply Chain mencerminkan fokus
operasional perusahaan dalam bersaing di dunia bisnis. Perusahaan
harus menentukan ke arah mana dalam pengintegrasian apakan
lebih condong ke arah internal atau ke arah eksternal (Ariani, 2013).
Ada empat jenis integrasi:
1) Integrasi fisik, mengacu pada perubahan dalam proses dan
aktivitas untuk meningkatkan dan efisiensi proses inti.
2) Integrasi informasi, mengacu pada pertukaran informasi yang
berhubungan dengan tingkat inventori, perencanaan
transportasi/manufaktur, peramalan, status aktual proses dan
sebagainya.
3) Integrasi koordinasi, mengacu pada keselarasan proses
pengambilan keputusan disepanjang rantai pasok.
4) Integrasi desain rantai pasok, mengacu pada kerjasama di
dalam perubahan struktur rantai pasokan.
Standarisasi yang terjadi pada integrasi menjadikan
integrasi harus dapat dikarakteristikan sebagai kerjasama,
kolaborasi, berbagi informasi (berbagi informasi), kepercayaan
(trust), kemitraan (partnership), berbagi teknologi (shared
technology), kompatibilitas, berbagi risiko dan manfaat, komitmen
dan visi yang sama, ketergantungan dan berbagi proses utama.