a. Definisi Kinerja Operasional
Kinerja merupakan kemampuan kerja yang diperlihatkan
oleh hasil kerja. Kinerja operasional perusahaan adalah sesuatu
yang dihasilkan perusahaan dalam masa periode tertentu dengan
menunjuk pada standar yang telah ditentukan. Kinerja usaha
menunjuk pada seberapa banyak perusahaan berorientasi pada
pasar serta tujuan keuntungan (Rahadi, 2012).
Kinerja operasional merupakan sebuah kinerja tentang mutu
aktifitas yang berhubungan dengan aliran dan perpindahan barang,
dari bahan mentah sampai ke konsumen akhir, termasuk yang
berhubungan dengan informasi dan dana (Ariani, 2013).
b. Sistem Penilaian Kinerja
Sistem penilaian kerja yang baik mengandung beberapa
indikator kinerja, diantaranya:
1) Aktivitas organisasi dan menekan peningkatan perspektif
konsumen
2) Menilai setiap kegiatan dengan menggunakan alat ukur kinerja
berorientasi pada pelanggan
3) mempertimbangkan semua asek kinerja secara menyeluruh
yang dapat mempengaruhi konsumen
4) menyediakan informasi feed back guna membantu semua
anggota organisasi untuk mngenali permasalahan dan peluang
agar dapat melakukan perbaikan terus menerus.
c. Mengelola Kinerja Operasional Perusahaan
Mengelola operasional perusahaan yang sukses dimulai dari
kesepakatan atas tujuan bersama, kepercayaan bersama dan
dilanjutkan dengan budaya organisasi yang sejalan.
1) Kesepakatan atas Tujuan Bersama
Sebuah rantai pasokan yang terintegrasi memerlukan
kerjasama yang baik dalam hubungan dengan anggotanya.
Anggota rantai pasokan harus menghargai bahwa satu-satunya
pihak yang menanamkan modal pada sebuah rantai pasokan
adalah pelanggan akhir. Oleh karena itu, perlu memahami
timbal balik mengenai misi, strategi dan sasaran di organisasi.
Rantai pasokan yang terintegrasi menambah nilai ekonomi dan
memaksimalkan isi total produk.
2) Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam rantai
pasokan yang efektif dan efisien. Anggota rantai pasokan harus
masuk ke dalam hubungan dan saling berbagi informasi.
Hubungan yang dibangun didasarkan rasa saling percaya
cenderung akan berhasil.
3) Budaya Organisasi yang Sesuai
Sebuah hubungan yang positif diantara organisasi pembeli dan
pemasok dengan budaya organisasi yang sesuai, dapat menjadi
keuntungan nyata dalam membuat rantai pasokan menjadi
lebih baik. Kinerja Operasional
a. Definisi Kinerja Operasional
Kinerja merupakan kemampuan kerja yang diperlihatkan
oleh hasil kerja. Kinerja operasional perusahaan adalah sesuatu
yang dihasilkan perusahaan dalam masa periode tertentu dengan
menunjuk pada standar yang telah ditentukan. Kinerja usaha
menunjuk pada seberapa banyak perusahaan berorientasi pada
pasar serta tujuan keuntungan (Rahadi, 2012).
Kinerja operasional merupakan sebuah kinerja tentang mutu
aktifitas yang berhubungan dengan aliran dan perpindahan barang,
dari bahan mentah sampai ke konsumen akhir, termasuk yang
berhubungan dengan informasi dan dana (Ariani, 2013).
b. Sistem Penilaian Kinerja
Sistem penilaian kerja yang baik mengandung beberapa
indikator kinerja, diantaranya:
1) Aktivitas organisasi dan menekan peningkatan perspektif
konsumen
2) Menilai setiap kegiatan dengan menggunakan alat ukur kinerja
berorientasi pada pelanggan
3) mempertimbangkan semua asek kinerja secara menyeluruh
yang dapat mempengaruhi konsumen
4) menyediakan informasi feed back guna membantu semua
anggota organisasi untuk mngenali permasalahan dan peluang
agar dapat melakukan perbaikan terus menerus.
c. Mengelola Kinerja Operasional Perusahaan
Mengelola operasional perusahaan yang sukses dimulai dari
kesepakatan atas tujuan bersama, kepercayaan bersama dan
dilanjutkan dengan budaya organisasi yang sejalan.
1) Kesepakatan atas Tujuan Bersama
Sebuah rantai pasokan yang terintegrasi memerlukan
kerjasama yang baik dalam hubungan dengan anggotanya.
Anggota rantai pasokan harus menghargai bahwa satu-satunya
pihak yang menanamkan modal pada sebuah rantai pasokan
adalah pelanggan akhir. Oleh karena itu, perlu memahami
timbal balik mengenai misi, strategi dan sasaran di organisasi.
Rantai pasokan yang terintegrasi menambah nilai ekonomi dan
memaksimalkan isi total produk.
2) Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam rantai
pasokan yang efektif dan efisien. Anggota rantai pasokan harus
masuk ke dalam hubungan dan saling berbagi informasi.
Hubungan yang dibangun didasarkan rasa saling percaya
cenderung akan berhasil.
3) Budaya Organisasi yang Sesuai
Sebuah hubungan yang positif diantara organisasi pembeli dan
pemasok dengan budaya organisasi yang sesuai, dapat menjadi
keuntungan nyata dalam membuat rantai pasokan menjadi
lebih baik.
