Faktor motivasi (skripsi dan tesis)

Orang – orang tidak hanya berbeda dalam kemampuan untuk berbuat, akan tetapi juga berbeda dalam kemauan untuk berbuat atau motivasi. Motivasi seseorang kepada kekuatan motif mereka. Motif kadang – kadang didefinisikan sebagai kebutuhan, keinginan, dorongan atau gerak hati dalam individu (Moekijat, 2002). Tingkah laku manusia tidak terlepas dari pengaruh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor internal dan eksternal. Dengan adanya faktor – faktor tersebut menjadikan setiap manusia memiliki tingkah laku yang berbeda – beda. Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia adalah sebagai berikut (Walgito, 2002): a. Faktor Internal 1) Jenis kelamin Tingkah laku antara pria dan wanita mempunyai perbedaan, hal ini terjadi karena pengaruh hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Oleh karena itu pria cenderung lebih termotivasi melakukan sesuatu karena fisik yang kuat (Walgito, 2002). Jenis kelamin merupakan aspek identitas yang sangat berarti, wanita dan pria mempunyai pengalaman yag berbeda tentang pembentukan identitas jenis kelamin. Identitas jenis kelamin terbentuk sekitar usia tiga tahun. Anak laki-laki dan perempuan mulai mengenal tingkah laku dan ciri-ciri kepribadian yaang sesuai bagi masing-masing jenis kelaminnya (Peek dalam Nungki, 2007) Wanita dan pria mempunyai perbedaan secara psikologis dimana wanita lebih emosional daripada pria karena wanita lebih mudah tersinggung, mudah terpengaruh, sangat peka, menonjolkan perasaan, dan mudah meluapkan perasaan. Sementara pria tidak emosional, sangat objektif, tidak mudah terpengaruh, mudah memisahkan antara pikiran dan perasaan sehingga terkadang kurang peka dan mampu memendam perasaannya (Dagun dalam Nungki, 2007). 2) Sifat fisik Tingkah laku seseorang dikaitkan dengan tipe fisiknya, orang yang pendek, gemuk adalah tipe piknis yang cenderung senang bergaul, ramah. Sehingga orang dengan tipe piknis akan lebih mempunyai 11 motivasi karena mereka mudah menerima saran dari orang lain (Walgito, 2002). 3) Sifat kepribadian Kepribadian adalah corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap rangsang dari dalam diri maupun lingkungannya, sehingga corak dan cara kebiasaannya itu merupakan kesatuan fungsional yang khas pada manusia itu. Sehingga orang yang berkepribadian pemalu akan mempunyai motivasi berbeda dengan orang dengan kepribadian keras (Walgito, 2002). Corak kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian itu bersifat dinamis artinya selama individu masih tetap belajar dan bertambah pengetahuan, pengalaman serta keterampilannya, ia akan semakin matang dan mantap. Pada usia lanjut yang sehat, kepribadiannya tetap berfungsi baik, kecuali mereka dengan masalah kesehatan jiwa atau tergolong patologik. Kepribadian juga dapat diartikan sebagai sesuatu atau figur diri yang ingin ditunjukkan atau ditampilkan didalam keseharian yang ditunjunjukkan melalui sikap atau tingkah laku seseorang. Kepribadian juga dapat dirubah dan dapat juga tergantung pada presepsi atau pendapat orang. Sesuai dengan apa yang diinginkan yang akan ditunjukkan dihadapan orang lain. 4) Intelegensia Intelengensia merupakan seluruh kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta efektif, sehingga orang yang mempunyai intelegensia tinggi akan lebih mudah menyerap informasi, saran dan nasehat dari perawat dalam meningkatkan kesehatannya (Walgito, 2002).  b. Faktor Eksternal 1) Lingkungan Lingkungan adalah sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun lingkungan sosial. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap tingkah laku manusia. 2) Pendidikan Pendidikan mencakup seluruh proses kehidupan dan segala bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal maupun informal. Hasil dari proses belajar adalah seperangkat perubahan tingkah laku. Seseorang yang berpendidikan tinggi tingkah lakunya akan berbeda. 3) Pengetahuan Besar kecilnya pengetahuan yang dimiliki seseorang akan berpengaruh pada tingkah lakunya 4) Kebudayaan Kebudayaan antar daerah berbeda – beda dan ini sangat berpengaruh pada tingkah lakunya. 5) Sosial ekonomi Lingkungan sosial ekonomi sangat berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Keadaaan ekonomi keluarga yang relatif mencukupi akan mampu manyediakan fasilitas dan kebutuhan untuk keluarganya. Sehingga pasien yang mempunyai tingkat sosial ekonomi tinggi akan mempunyai motivasi yang berbeda dengan pasien yang tingkat sosial ekonominya rendah. Pernyataan lain tentang faktor yang mempengaruhi motivasi adalah kepribadian, sikap, pengalaman, cita – cita atau harapan, dorongan orang tua, saudara dan lingkungan sekitar. Sebenaarnya kedua pernyataan diatas saling mendukung hanya saja pernyataan yang pertama tadi sudah diklasifikasikan untuk pengaruh internal dan eksternal. Dari kedua pernyataan tersebut ada komponen yang belum  dijelaskan yaitu sikap, harapan, dan dorongan keluarga (Notoatmodjo, 2003) sebagai berikut : 1) Sikap Sikap merupakan penilaian terhadap stimulus atau obyek, sehingga seseorang tersebut akan menilai atau bersikap enggan stimulus tersebut. Sikap sering diperoleh dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. 2) Harapan Harapan merupakan kemungkinan yang dilihat untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari seorang individu yang di dasarkan atas pengalaman yang telah lampau, baik pengalaman dari sendiri maupun dari orang lain. 3) Dukungan keluarga Dukungan keluarga itu merupakan dukungan – dukungdn sosial yang di pandang oleh anggota keluarga sebagai sesuatu yang dapat diakses untuk keluarga (dukungan sosial disa atau tidak dugunakan, tapi anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan). Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal. Faktor internal meliputi : jenis kelamin, sifat fisik, sikap, pengalaman, harapan, kepribadian, intelegensia, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan fisik, dukungan keluarga, pendidikan, pengetahuan, agama, sosial ekonomi, kebudayaan.