Pengertian uji model fisik (skripsi dan tesis)

Uji model fisik adalah nama umum pada studi laboratorium karena menggunakan reproduksi miniatur dari sebuah sistem fisik sebuah prototipe. Pemodelan fisik diperlukan karena pemodelan ini dapat menggambarkan fenomena fisik yang sebenarnya yang tidak dapat diprediksi menggunakan pemodelan numerik (Ajiwibowo, H, dan Yuanita, N, 2011). Uji model fisik adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui fenomena alam dari suatu sistem. Uji model fisik dilaksanakan di dalam laboratorium dimana kondisi alam dapat diatur sesuai dengan keadaan di lapangan. Maka sering juga uji model fisik disebut sebagai uji model laboratorium. Dalam perencanaan detail engineering desain pada pekerjaan perlindungan pantai terkadang diperlukan uji model fisik. Uji model fisik dilakukan untuk memberikan dukungan pada hasil perhitungannya. Hal ini disebabkan karena interaksi hidraulik-sedimen sangat kompleks, karakteristik linier dari persaman pengatur gerak, keterbatasan informasi pada turbulensi, friksi di dasar perairan dan lain sebagainya yang tidak dapat dimodelkan secara numerik. Ajiwibowo, H, dan Yuanita, N (2011) menyatakan bahwa ada tiga tujuan dilakukannya uji model fisik, yakni: 1 Mencari pendekatan kualitatif ke dalam fenomena yang belum terdefinisikan atau dipahami (seperti formasi turbulensi ketika gelombang pecah, formasi dari lubang scour/gerusan pada struktur pantai) 2 Mendapatkan pengukuran untuk memverifikasi sebuah hasil teoritis (seperti gelombang nonlinear pada arus searah atau gelombang nonlinear yang saling berinteraksi) 3 Mendapatkan pengukuran untuk fenomena yang begitu rumitnya hingga tidak dapat didekati secara teoritis (seperti stabilitas breakwater rubble-mound atau suspense sedimen pada dasar laut jenis ripple). Selanjutnya berdasarkan Manual Perencanaan Teknis Pengaman Pantai Manual 7 Pemodelan Fisik Pengaman Pantai (2007) ada dua tujuan dari pelaksanaan model fisik. Yang pertama adalah model fisik digunakan untuk memverifikasi atau melebarkan model numerik. Yang kedua model fisik untuk menyediakan solusi rekayasa dari permasalahan-permasalahan di lapangan.