Model adalah contoh gambaran dari suatu obyek. Contoh model yakni maket, manekin baju, mini prototipe, gambar, dan lain-lain. Dengan adanya model, obyek yang ingin ditampilkan akan terlihat lebih nyata sehingga mudah dipahami. Menurut Triatmodjo (2008) secara umum model dibagi dalam 2 (dua) kategori : model numerik, dan model fisik. Model numerik adalah representasi matematis dari sebuah sistem fisik yang meliputi persamaan umum yang didiskritasi dan dipecahkan secara komputer. Pemodelan ini mudah dikerjakan karena hanya membutuhkan input data di komputer, dimana perhitungan selanjutnya diproses oleh sistem. Output dari sistem sudah berupa informasi yang dibutuhkan pengguna. Selain itu model numerik bersifat ekonomis. Kekurangan pemodelan ini adalah tidak semua permasalahan bisa dihitung menggunakan pemodelan ini karena keterbatasan kemampuan aplikasi. Salah satu contoh penggunaan model numerik adalah perhitungan struktur dengan aplikasi pemodelan gelombang pantai pada komputer. Model fisik dapat dibagi menjadi dua yakni full models dan scale models. Model fisik full models menggambarkan prototipe secara utuh (skala 1:1), sedangkan scale model adalah reproduksi miniatur dari sebuah sistem fisik sebuah prototipe (Vries,1977). Pemodelan fisik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pemodelan fisik diperlukan karena pemodelan ini dapat menggambarkan fenomena fisik yang sebenarnya yang tidak dapat diprediksi menggunakan pemodelan numerik. Umpan balik yang ditimbulkan dari suatu prototipe dapat langsung diketahui. Pemodelan dilakukan untuk memperoleh gambaran dari perilaku sistem yang kompleks. Dimana setiap tahapan pemodelan harus diiringi langkah validasi untuk meyakini kebenaran dan ketepatannya. Uji model ini mampu menggambarkan kondisi nyaris sama dengan keadaan di lapangan. Dengan dibuatnya model ini kelakuan dan kerja suatu bangunan atau mesin yang akan dibuat dapat diprediksi. Kekurangan dari prototipe dapat segera diketahui sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal (Ajiwibowo, H, dan Yuanita, N, 2011). vv
