Identifikasi risiko (skripsi dan tesis)

Identifikasi risiko adalah kegiatan untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan kegiatan usaha. Identifikasi risiko bertujuan untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan risiko yang mungkin terjadi mulai dari yang kecil sampai yang besar di lingkungan kegiatan serta dampak yang ditimbulkan. Keberhasilan suatu proses manajemen risiko ditentukan oleh kemampuan dalam menentukan atau mengidentifikasi semua risiko yang ada dalam kegiatan. Terdapat beberapa teknik untuk mengidentifikasi risiko, salah satunya dengan menelusuri sumber risiko sampai terjadinya peristiwa yang tidak dikehendaki hingga menjadi penyebab kerugian (Ramli,2010). Menurut Darmawi (2006) identifikasi risiko adalah kegiatan menganalisa untuk menemukan risiko potensial secara sistematis yang mengancam perusahaan. Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan bantuan penggunaan checklist, untuk menginventarisir semua kerugian potensial yang dihadapi dari setiap bagian usaha yang dilakukan (Kasidi,2010). Setelah itu dilakukan pendekatan secara sistematik untuk menentukan yang mana kerugian potensial yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang sedang dianalisis. Selain checklist, cara identifikasi risiko adalah dengan wawancara dengan personil ahli yang terlibat, serta diskusi yang membahas topik tertentu (brain stroming). Pengalaman sebelumnya juga dapat digunakan sebagai informasi dalam menganalisa ketidakpastian di masa yang akan datang (Labombang,2011). Ramli (2010) berpendapat bahwa ada beberapa pertimbangan dalam menentukan teknik identifikasi risiko, antara lain : 1. Sistematis dan terstruktur 2. Berpikir kreatif tentang kemungkinan bahaya yang belum pernah dikenal sebelumnya 3. Kesesuaian sifat dan skala kegiatan perusahaan 4. Ketersediaan informasi yang dibutuhkan Risiko dapat dikenali dari sumbernya (source), kejadiannya (event) dan akibatnya (effect). Kondisi-kondisi yang mungkin memperbesar terjadinya risiko disebut sumber risiko. Event adalah kegiatan atau hal yang dapat mempengaruhi atau memberikan akibat (effect) dimana sifatnya bisa merugikan, bisa menguntungkan (Flagnan dan Norman, 1993).