Tipe-tipe Perilaku Konsumtif (skripsi dan tesis)

Menurut Assael ( dalam Kotler 1985 : 206 ), membedakan empat tipe perilaku membeli konsumtif berdasarkan derajat keterlibatan pembeli dalam membeli dan derajat perbedaan di antara beberapa merk. a. Perilaku membeli yang kompleks Para konsumen menjalani suatu perilaku membeli yang kompleks bila mereka semakin terlibat dalam kegiatan membeli dan menyadari perbedaan penting di antara beberapa merek produk yang ada. b. Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan Dalam kasus ini, pembeli akan memilih-milih sambil memperlajari apa yang tersedia, tetapi dia akan cepat membeli karena perbedaan merek tidak ditekankan. Pembeli mungkin menjawab terutama terhadap harga yang pantas atau kemudahan pembelian ditinjau dari waktu atau tempat. c. Perilaku membeli berdasarkan kebiasaan Perilaku konsumen dalam kasus semacam itu tidak melalui keprcayaan / sikap atau rangkaian perilaku biasa. Para konsumen tidak melakukan pencaharian informasi yang luas tentang berbagai merek, menilai ciri-cirinya, dan menimbangnimbang keputusan guna menentukan yang mana akan dibeli. d. Perilaku membeli yang mencari-keragaman Dalam beberapa situasi-membeli keterlibatan konsumen rendah, tetapi ditandai oleh perbedaan merek yang nyata.dalam situasi demikian sering kita melihat konsumen banyak melakukan pergantian merek. Menurut Kotler (dalam Simamora 2004 : 22 ) membedakan empat tipe perilaku pembelian konsumtif berdasarkan pada tingkat keerlibatan pembeli dan tingkat perbedaan di antara merek: a. Perilaku membeli yang rumit (Complex Buying Behavior) Perilaku membeli yang rumit membutuhkan keterlibatan yang tinggi dalam pembelian dengan berusaha menyadari perbedaan-perbedaan yang jelas di antara merek-merek yang ada. b. Perilaku membeli untuk mengurangi ketidakcocokan (Dissonance Reducing Buying Behavior) Perilaku membeli semacam ini mempunyai keterlibatan yang tinggi dan konsumen menyadari hanya terdapat sedikit perbedaan diantara berbagai merek. c. Perilaku membeli berdasarkan kebiasaan (Habitual Buying Behavior) Konsumen membeli suatu produk berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan kesetiaan merek. Konsumen memilih produk secara berulang bukan karena merek prodeuk, tetapi karena sudah mengenal produk tersebut. d. Perilaku pembeli yang mencari keragaman (Variety Seeking Buying Behavior) Konsumen berperilaku dengan tujuan mencari keragaman bukan kepuasan. Jadi merek dalam perilaku ini bukan merupakan suatu yang mutlak. Perilaku demikian biasanya terjadi pada produk-produk yang sering dibeli, harga murah, dan konsumen sering mencoba merek-merek baru. Menurut Assael ( dalam Kotler, 1996 : 206 ) membedakan empat tipe perilaku membeli konsumen berdasarkan derajat keterlibatan pembeli dalam membeli. a. Perilaku membeli yang kompleks Para konsumen menjalani atau menempuh suatu perilaku membeli yang kompleks bila mereka semakin terlibat dalam kegiatan membeli dan menyadari perbedaan penting diantara beberapa merek produk yang ada. b. Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan Kadang-kadang konsumen sangat terlibat dalam kegiatan membeli sesuatu, tetapi dia hanya melihat sedikit perbedaan dalam merek. c. Perilaku membeli berdasarkan kebiasaan Banyak produk yang dibeli dalam keadaan konsumen. Kurang terlibat dan tidak terdapat perbedaan nyata antara merk d. Perilaku membeli yang mencari-keragaman Dalam beberapa situasi membeli keterlibatan konsumen rendah, tetapi ditandai oleh perbedaan merek yang nyata. Jadi dapa disimpulkan bahwa tipe-tipe perilaku konsumtif adalah perilaku membeli yang rumit, perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan, perilaku membeli karena kebiasaan, perilaku membeli yang mencari variasi.