Quallity Feedback (skripsi dan tesis)

Menurut Kluger dan Denisi (1996) dalam Salman dan Gudono (2006)
quality feedback adalah sebagai berikut:
“Umpan balik kualitas (quality feedback), dikatakan sebagai pemenuhan
beberapa fungsi dan biasanya mengacu pada informasi atas pencapaian
tingkatan kerja atau cara yang menggambarkan bahwa efisiensi
pencapaian kinerja telah dilaksanakan”.
Supriyono (2000:19) mengemukakan bahwa quality feedback adalah:
“Umpan balik (quality feedback) penyebarluasan informasi dari detektor,
melalui selektor, ke efektor.”
Menurut wardani dan Ja’far (2009) pengertian dari quality feedback
adalah sebagai berikut:
“Quality feedback adalah informasi yang digunakan untuk mengevaluasi
langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan suatu rencana.”
Robert Kreitner dan Angelo Kinici (2005) dalam Dita (2011:17)
menyebutkan bahwa quality feedback adalah sebagai berikut:
“Feedback yang berkualitas adalah yang mampu memberi seseorang
umpan balik kolektif dari berbagai tingkat dan golongan teman kerja
yang berbeda.”
Menurut Agus Dharma (2003:85) umpan balik merupakan hal yang
sangat penting untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan karyawan.
Karyawan akan terus memberikan umpan balik hanya jika anda mau dan mampu
melakukan sesuatu dengan informasi yang anda peroleh. Cara-cara mendapatkan
umpan balik yaitu:
1) Meminta langsung dengan meminta karyawan untuk bertemu dengan
anda untuk membahas hal-hal yang ingin anda ketahui.
2) Meminta karyawan untuk mengajukan pendapat atau gagasan secara
tertulis.
3) Karyawan sering meras tidak enak dalam suasana tatap muka. Cara
menghindarinya adalah dengan menyuruh mereka mengajukan
pendapat atau saran secara anonim.
Dari beberapa literatur diatas dapat disimpulkan bahwa feedback (umpan
balik) adalah suatu penyebaran informasi mengenai output yang telah
dibandingkan dengan sesuatu yang diharapkan. Umpan balik diperlukan agar
dapat terjalin komunikasi yang baik antara atasan dengan karyawannya.Para
manajer akan memberikan kepada karyawan suatu informasi sebagai umpan balik
mengenai operasional perusahaan maupun kinerja individu dan kelompok
mengenai pencapaian kualitas. Dengan umpan balik ini, diharapkan para
karyawan akan menggunakannya untuk mencegahkan permasalahan kinerja.
Umpan balik kinerja dari para karyawan memungkinkan mereka untuk menetukan
hubungan antara perilaku yang ditunjukkan oleh karyawan dengan produksi yang
dihasilkan.Selain itu umpan balik kualitas juga dapat memotivasi secara eksklusif
para karyawan serta memberikan kejelasan peran atas tugas yang harus dilakukan.
Menurut Agus Dharma (2003:191) karakteristik dari quality feedback adalah
sebagai berikut:
“1) Kesesuaian
2) Terfokus
3) Tepat waktu”
Penjelasan secara rinci mengenai hal di atas sebagai berikut:
1) Kesesuaian
Umpan balik harus disesuaikan dengan karyawan yang
bersangkutan. Umpan balik hendaknya dapat memberikan informasi
spesifik kepada karyawan tentang apa yang harus dilakukan untuk
memperbaiki perilaku mereka. Informasi hendaknya dapat mencegah
timbulnya masalah dan kerugian waktu di masa yang akan datang.
2) Terfokus
Umpan balik harus berfokus pada kinerja yang perlu diperbaiki.Perlu
dipastikan bahwa dampak dari umpan balik yang diberikan
mengarahkan perhatian karyawan pada hal-hal yang perlu
dilakukan.Umpan balik seharusnya tidak menyebabkan karyawan
terpasung dalam perilaku yang tidak sejalan dengan perubahan yang
diinginkan.
3) Tepat Waktu
Umpan balik diberikan sesegera mungkin sebelum pelaksanaan
pekerjaan.Namun, umpan balik hendaknya diberikan ketika
karyawan memiliki kesempatan untuk menggunakannya.Umpan
balik harus ditunda sampai yang bersangkutan memiliki kesempatan
untuk menggunakannya dengan tepat