Promosi merupakan teknik komunikasi yang secara penggunaannya atau
penyampaiannya dengan menggunakan media seperti: pers, televisi, radio, papan
nama, poster dan lain-lain, yang tujuannya untuk menarik minat konsumen
terhadap hasil produksi suatu perusahaan. Promosi sebagai media untuk
menjembatani kepentingan produsen dengan konsumen harus benar-benar
dipahami oleh seorang manajer.
Definisi menurut Swastha (2007): “Promosi adalah komunikasi non
individu dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh
perusahaan, lembaga-lembaga non laba serta individu-individu”. Menurut
Tjiptono (2002) promosi adalah: “Aktivitas pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar
sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan
loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan”. Dari uraian
definisi promosi menurut beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa
promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dengan jalan
mempengaruhi konsumen secara langsung ataupun tidak langsung untuk
meningkatkan omzet penjualan melalui penciptaan pertukaran dalam pemasaran
barang.
Tujuan daripada promosi adalah untuk memperkenalkan barang hasil
produksi, dengan tujuan agar konsumen membeli hasil produksinya. Dengan
demikian volume penjualan dapat meningkat, dan juga dapat meningkatkan laba
perusahaan. Hal ini dapat dicapai oleh suatu perusahaan bila promosi yang
dijalankan benar-benar tepat sehingga pelaksanaan promosi dapat berhasil
seefektif mungkin.
Dalam praktek promosi menurut Swasta (1997) dapat dilakukan dengan
mendasarkan pada tujuan-tujuan berikut:
a. Memodifikasi tingkah laku
Orang-orang yang melakukan komunikasi mempunyai beberapa alasan
antara instruksi, memberikan informasi, mengemukakan ide dan pendapat dan
memperkuat tingkah laku.
b. Memberitahu
Kegiatan promosi itu dapat ditujukan untuk memberitahu pasar yang
dituju tentang penawaran perusahaan. Promosi yang bersifat informasi
umumnya lebih sesuai dilakukan pada tahap-tahap awal di dalam siklus
kehidupan produk. Promosi yang bersifat membantu dalam pengambilan
keputusan untuk membeli.
c. Membujuk
Promosi yang bersifat membujuk umumnya kurang disenangi oleh
sebagian masyarakat. Namun kenyataannya justru yang banyak muncul
adalah promosi yang bersifat persuasif. Promosi yang demikian ini biasanya
diarahkan untuk mendorong pembelian. Sering perusahaan tidak ingin
memperoleh tanggapan secepatnya tetapi lebih mengutamakan untuk
menciptakan kesan positif. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi
pengaruh dalam waktu yang lama terhadap perilaku pembeli. Promosi yang
bersifat persuasif akan menjadi dominan jika produk yang bersangkutan
mulai memasuki tahap pertumbuhan di dalam siklus kehidupannya.
d. Mengingatkan
Promosi yang bersifat mengingatkan dilakukan terutama untuk
mempertahankan merek produk di hati masyarakat dan perlu dilakukan
selama tahap kedewasaan didalam siklus kehidupan produk. Ini berarti
perusahaan berusaha paling tidak mempertahankan pembeli yang ada.
Promotion mix adalah kombinasi strategi yang paling baru dari variabel- variabel periklanan, personal selling dan alat-alat promosi lain yang kesemuanya
direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2001) variabel-variabel yang ada di dalam
promotional mix ada lima, yaitu:
1. Periklanan (advertising)
Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi
dan promosi non pribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa.
2. Penjualan Personal (personal selling)
Presentasi pribadi oleh para wiraniaga perusahaan dalam rangka
mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
4. Promosi penjualan (sales promotion)
Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu
produk atau jasa.
5. Hubungan masyarakat (public relation)
Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh
dukungan, membangun “citra perusahaan” yang baik dan menangani atau
menyingkirkan gosip, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan.
6. Pemasaran langsung (direct marketing)
Komunikasi langsung dengan pelanggan yang diincar secara khusus untuk
memperoleh tanggapan langsung.
Dengan demikian untuk menciptakan kegiatan promosi maka perusahaan
harus dapat mengkombinasikan berbagai variabel yang ada agar menarik
konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.
Menurut Isnaini (2015) indikator dalam penelitiannya yang digunakan
untuk pengukuran promosi, yaitu :
1. Frekuensi promosi
2. Kualitas promosi
3. Kuantitas promosi
4. Waktu promosi
5. Kesesuaian sasaran promosi
