Indikator Kualitas Produk (skripsi dan tesis)

Menurut Sviokla dalam Lupiyoadi (2013:81), kualitas memiliki delapan
dimensi pengukuran yang terdiri atas aspek-aspek berikut :
1. Kinerja/Performance
Kinerja merujuk pada karakter produk inti yang meliputi merek, atributatribut yang dapat diukur, dan aspek-aspek kinerja individu. Kinerja produk
didasari oleh preferensi subjektif pelanggan yang pada dasarnya bersifat
umum.
2. Daya tahan/Durability
Daya tahan adalah beberapa lama atau umur suatu produk bertahan sebelum
produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen
terhadap produk tersebut maka semakin besar pula daya tahan produk tersebut.
3. Kesesuaian dengan spesifikasi/Conformance to specifications
Yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari produk memenuhi
spesifikasitertentudarikonsumenatautidakditemukannyacacatpada produk.
4. Keistimewaan produk /Features
Dapat berbentuk produk tambahan dari suatu produk inti yang dapat
menambah nilai suatu produk. Keragaman produk biasanya diukur secara
subjektif oleh masing-masing individu (dalam hal ini konsumen) yang
menunjukkan adanya perbedaan kualitas suatu produk. Dengan demikian,
perkembangan kualitas suatu produk menuntut karakter fleksibilitas agar dapat
menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.
5. Reliabilitas/Reliability
Dimensi ini berkaitan dengan timbulnya kemungkinan suatu produk
mengalami keadaan tidak berfungsi. Reliabilitas suatu produk yang menandakan
tingkat kualitas sangat berarti bagi konsumen dalam memilih produk. Hal ini menjadi
semakin penting mengingat besarnya biaya penggantian dan pemeliharaan yang harus
dikeluarkan apabila produk yang dianggap reliabel mengalami kerusakan.
6. Kemampuan pelayanan/Serviceability
Kemampuan pelayanan dapat juga disebut dengan kecepatan, kompetensi,
kegunaan, dan kemudahan produk untuk diperbaiki. Dimensi ini menunjukkan bahwa
konsumen tidak hanya memerhatikan adanya penurunan kualitas produk, tetapi juga
waktu sebelum produk disimpan, penjadwalan pelayanan, proses komunikasi dengan
staf, dan pelayanan lainnya. Variabel-variabel tersebut dapat merefleksikan adanya
perbedaan standar perseorangan mengenai pelayanan yang diterima, di mana
kemampuan pelayanan suatu produk tersebut menghasilkan suatu kesimpulan akan
kualitas produk yang dinilai secara subjektif oleh konsumen.
7. Estetika/Aesthetics
Estetika/Aesthetics adalah hal-hal yang berhubungan erat dengan
bagaimana penampilan yang tampak dari produk bisa dilihat dai rasa, tampak,
bau, dan bentuk dari produk.
8.Kesan kualitas/Perceived quality
Kesan kualitas/Perceived quality merupakan hasil dari penggunaan
pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan
bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk didapat
dari harga, merek, periklanan, reputasi dan negara asal.
Setelah melihat dan mencermati dari delapan indikator yang dikemukakan
oleh Sviokla dalam Lupioyadi (2013:85) di atas dalam penelitian ini peneliti
hanya memakai lima indikator saja.
1. Kinerja
2. Kesesuaian dengan spesifikasi
3. Keistimewaan produk
4. Kehandalan produk
5. Kesan kualitas