Kelas sosial (social class) adalah sebuah hirarki status nasional dimana
kelompok dan individu dibedakan dalam hal gengsi dan nilai diri. Coleman
merekomendasikan bahwa empat kelompok kelas sosial dapat digunakan dalam
analisis konsumen di Amerika Serikat, kelas atas, menenggah, pekerja, dan
bawah (Peter and Olson, 2005: 92).
Kelas sosial mengacu pada pengelompokan orang yang sama dalam
perilaku mereka berdasarkan posisi ekonomi mereka di dalam pasar.
Keanggotaan kelas ada dan dapat dideskripsikan sebagai kategori statistik entah
individu-individunya sadar atau tidak akan situasi mereka yang sama (Engel,
Blackwell dan miniard, 2001: 121).
Kelas social kerap diterapkan pada masalah pemangsaan pasar, proses
mendefinisikan kelompok pelanggan yang homogeny dan membuat tawaran
yang kuat secara khusus untuk mereka. Kelas social dirasakan sebagai konsep
yang berguna untuk pemangsaan pasar di dalam kerja pelopor oleh orang-orang
seperti Pierre Martineau (penelitian pemasaran di Chicago Tribune), Sidney
Levy dari Northwestern University, dan Richard Coleman dari Sosial Research
Inc (Pierre Martineau, 1958 : 121-130).
Identifikasi pemakaian kelas social dari produk
Perbandingan variable kelas social untuk pemangsaan dengan variable
lain (pendapatan, siklus hidup, dsb)
Deskripsi karakteristik kelas social yang diidentifikasi di dalam target
pasar
Perkembangan produk pemasaran untuk memaksimumkan keefektifan
bauran pemasaran yang didasarkan pada konsistensi dengan sifat kelas
social
Analisis pangsa pasar berdasarkan profil sosioekonomi memungkinkan
seorang pemasar mengembangkan progam pemasaran yang komprehensif agar
cocok dengan karakteristik sosioekonomi dari target pasar. Ini akan mencakupi
sifat produk, strategi media, strategi kreatif, saluran distribusi, dan penetapan
harga. Apakah status social merupakan variable yang lebih baik untuk
pemangsaan pasar dibandingkan pendapatan ? Kontroversi tersebut telah
diperdebatkan di dalam literature pemasaraan selama bertahun-tahun.
Umumnya kesimpulannya adalah bahwa pendapatan memadai untuk beberapa
produk, tetapi kelas social lebih unggul untuk produk lain.
Schaninger secara tuntan mengulas pendapatan versus kelas social dan
pelaksanaan penelitian empiris yang mengukur kekerapan pemakaian, dan
mendapatkan bahwa kelas social lebih unggul dibandingkan pendapatan dalam
pemangsaan pasar minuman nonalkohol/nonminuman ringan dan makanan,
dan juga perilaku berbelanja dan kebiasaan menonton televise pada malam
hari. Pendapatan lebih unggul dibandingkan kelas social untuk pemangsaan
pasar untuk peralatan besar, minuman ringan, mixer, dan minuman yang
mengundang alcohol. Kombinasi perndapatan dan kelas social bagus sekali
untuk menentukan pasar untuk make up dan busana, dan juga untuk pemilikan
mobil dan televisi ( Charles M. Schaninger,1981 : 192-208).
