Sistem informasi akuntansi merupakan komponen dari berbagai sistem
transaksi. Dalam setiap transaksi yang dilakukan, sistem pengolahan transaksi
atau sub informasi akuntansi tersebut mengunakan berbagai komponen yang
dimilikinya seperti hardware, software, brainware, prosedur, basis data dan
jaringan komunikasi. Terdapat beberapa definisi sistem informasi akuntansi yang
telah dikemukakan oleh para ahli, yaitu sebagai berikut:
Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Krismiaji edisi ke 3
(2011:4) adalah sebagai berikut:
“Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data
dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk
merencanakan, mengendalikan, dan mengoprasikan bisnis. Untuk dapat
menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat keputusan.”
Baridwan (2004:4) menyatakan sistem informasi akuntansi adalah :
“Suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah,
menganalisa, dan mengkobinasikan informasi keuangan relevan untuk
pengambilan keputusan pihak-pihak luar (seperti pemerintah, masyarakat,
investor dan kreditor) pihak-pihak dalam (terutama manajemen).”
Dan menurut Wilkinson yang telah dialihbahaskan oleh Agus Maulana
dalam buku nya sistem akuntansi informasi (2007:15) bahwa pengertian sistem
informasi akuntansi adalah:
“Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi formal.Sistem
ini mengandung semua karakteristik meliputi tujuan (kegunaan) tahap,
tugas, pemgguna, dan sumber daya.Lebih jauh lagi sistem informasi
akuntansi suatu perusahaan tertentu mempunyai cakupan yang
menyeluruh. Sistem ini meluas keseluruh kegiatan perusahaan dan
menyediakan informasi bagi seluruh pengguna perusahaan”
Secara keseluruhan penggunaan sistem informasi akuntansi yang
berkualitas sanagat berguna bagi pihak perusahaan dalam menentukan langkahlangkah kebijaksanaan yang di ambil dan juga mempermudah dalam pengawasan
terutama terhadap aktivitas perusahaan. Dalam hal ini, eksistensi perusahaan dapat
di pertahan kan dan tujuan yang telah dicapai dengan baik, dimna informasi ini
dapat diperoleh melalui pengolahan yang dilakukan oleh sistem informasi
sebelum dipergunakan pihak-pihak lain.
Meurut Azhar Susanto (2008:72) mengemukakan bahwa definisi sistem
informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
“Sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan
(integrasi) dari sub-sub sistem atau komponen baik fisik maupun non fisik
yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis
untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan
menjadi informasi keuangan.”
Sedangkan menurut George H. Bodnar dan William S Hoopwood yang
dialihbahasakan oleh Jilianto Agung Saputra dan Lilis Setiawati (2006:3)
menegmukakan pengertian sistem informasi akuntansi adalah:
“Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan kumpulan sumber daya,
seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data
keuangan dan data lainnya kedalam informasi. Informasi tersebut
dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.Sistem Informasi
Akuntansi melakukan hal tersebut entah dengan sistem manual atau
melalui sistem terkomputerisasi”
Berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat dijelaskan bahwa sistem
informasi akuntansi merupakan kumpulan sistem-sistem yang saling berhubungan
yang melibatkan sumberdaya seperti manusia dan peralatan yang saling bekerja
sama untuk mengolah data ekonomi kedalam bentuk informasi keuangan yang
dapat digunakan bagi perusahaan, sistem informasi akuntansi dibentuk yang
memiliki tujuan utama untuk mengelola data keuangan berbagai sumber menjadi
suatu sistem informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh para pemakai dan para
pengambil keputusan sesuai kebutuhan
