Menurut Robbins (2003,p525) dalam Wibowo (2011,p37) mengemukakan adanya tujuh karateristik budaya organisasi, yaitu :
- Innovation and risk taking (inovasi dan pengambilan resiko), suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
- Attention to detail (perhatian pada hal detail), dimana pekerja diharapkan menunjukan ketepatan, analisis, dan perhatian pada hal detail.
- Outcome orientation (orientasi pada manfaat), dimana manajemen memfokus pada hasil atau manfaat dari pada sekadar pada teknik dan proses yang dipergunakan untuk mendapatkan manfaat tersebut.
- People orientation (orientasi pada orang), dimana keputusan manajemen mempertimbangkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
- Team orientation (orientasi pada tim), dimana aktivitas kerja diorganisasi berdasar tim daripada individual.
- Agrressiviness (agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif dan kompetitif dari pada easygoing.
- Stability (stabilitas), dimana aktivitas organisasional menekankan pada menjaga status quo sebagai lawan dari perkembangan.
Karakteristik ini juga telah digunakan sebagai dimensi dalam jurnal Soedjono (2005),
