Aspek-aspek Empati (skripsi dan tesis)

Aspek-aspek dari empati, sebagaimana pendapat Batson dan Coke (dalam
Asih 2010) yaitu :
a. Kehangatan
Kehangatan merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap hangat
terhadap orang lain.
b. Kelembutan
Kelembutan merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap
maupun bertutur kata lemah lembut terhadap orang lain.
c. Peduli
Peduli merupakan suatu sikap yang dimiliki seseorang untuk memberikan perhatian
terhadap sesame maupun lingkungan sekitarnya.
d. Kasihan
Kasihan merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap iba atau
belas asih terhadap orang lain.
Davis (dalam Howe, 2015) empati terdiri dari aspek perspective taking,
fantasy, emphatic concern dan personal distress. Penjabaran adalah sebagai berikut:
a. Perspective taking (pengambilan perspektif)
Merupakan perilaku individu untuk mengambil alih secara spontan sudut
pandang orang lain. Aspek ini akan mengukur sejauh mana individu memandang
kejadian sehari-hari dari perspektif orang lain
b. Fantasi
Merupakan perilaku untuk mengubah pola diri secara imajinatif ke dalam
pikiran, perasaan, dan tindakan dari karakter-karakter khayalan pada buku, film dan
permainan. Aspek ini melihat perilaku individu menempatkan diri dan hanyut dalam
perasaan dan tindakan orang lain.
c. Emphatic concern (perhatian empatik)
Empathic concern merupakan perasaan simpati dan perhatian terhadap orang
lain, khususnya untuk berbagai pengalaman atau secara tidak langsung merasakan
penderitaan orang lain.
d. Personal distress (distres pribadi)
Didefinisikan oleh sebagai pengendalian reaksi pribadi terhadap penderitaan
orang lain, yang meliputi perasaan terkejut, takut, cemas, prihatin, dan tidak berdaya
(lebih terfokus pada diri sendiri).
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa aspek empati adalah
kehangatan, kelembutan, peduli, kasihan, perspective taking, fantasi, emphatic
concern, personal distress. Peneliti menggunakan aspek dari Davis (dalam Howe,
2015) empati terdiri dari aspek perspective taking, fantasy, emphatic concern dan
personal distress. Peneliti menggunakan aspek tersebut karena telah ada alat ukur
skala empati yang disusun oleh Davis.