Financial behavior mempelajari bagaimana manusia secara actual
berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan, khususnya mempelajari
bagaimana psikologi mempengaruhi keputusan keuangan, perusahaan dan
pasar keuangan. Kedua konsep yang diuraikan secara jelas menyatakan bahwa
perilaku keuangan merupakan suatu pendekatan yang menjelaskan bagaimana
manusia melakukan investasi atau berhubungan dengan keuangan dipengaruhi
oleh faktor psikologi (Wicaksono dan Divarda, 2015).
Perilaku keuangan menjadi gambaran cara individu berperilaku ketika
dihadapkan dengan keputusan keuangan yang harus dibuat. Perilaku keuangan
juga dapat diartikan sebagai suatu teori yang didasarkan atas ilmu psikologi
yang berusaha memahami bagaimana emosi dan penyimpanan kognitif
mempengaruhi perilaku investor. Di tengah perkembangan ekonomi global saat ini, setiap individu harus dapat menjadi konsumen yang cerdas untuk dapat mengelola keuangan pribadinya dengan cara membangun melek finansial yang mengarah pada perilaku keuangan yang sehat. Kendali diri merupakan perilaku
keuangan yang sangat bermanfaat bila dipahami dan dapat diterapkan di
kehidupan seharihari (Lubis, et al., 2013).
Perilaku keuangan berhubungan dengan tanggung jawab keuangan
seseorang terkait dengan cara pengelolaan keuangan. Tanggung jawab
keuangan merupakan proses pengelolaan uang dan asset yang dilakukan secara produktif.
Pengelolaan uang adalah proses menguasai dan menggunakan aset keuangan. Ada beberapa elemen yang masuk ke pengelolaan uang yang efektif, seperti pengaturan anggaran dan menilai pembelian berdasarkan kebutuhan.
Aktivitas utama dalam pengelolaan uang adalah proses penganggaran.
Anggaran bertujuan untuk memastikan bahwa individu mampu mengelola
kewajiban keuangan secara tepat waktu dengan menggunakan penghasilan
yang diterima dalam periode yang sama (Ida dan Dwinta, 2010).
Ricciardi (2005) menyatakan bahwa financial behavior merupakan
suatu disiplin ilmu yang didalamnya melekat interaksi berbagai disiplin ilmu
dan terus menerus berintegrasi sehingga dalam pembahasannya tidak bisa
dilakukan isolasi. Financial behavior dibangun oleh berbagai asumsi dan ide
dari perilaku ekonomi. Keterlibatan emosi, sifat, kesukaan, dan berbagai
macam hal yang melekat dalam diri manusia sebagai makhluk intelektual dan
sosial akan berinteraksi melandasi munculnya keputusan melakukan suatu
tindakan.
Chinen dan Endo (2012) menyatakan bahwa individu yang memiliki
kemampuan untuk membuat keputusan yang benar tentang keuangan tidak
akan memiliki masalah keuangan di masa depan dan menunjukkan perilaku
keuangan yang sehat serta mampu menentukan prioritas kebutuhan. Perilaku
keuangan yang sehat ditunjukkan oleh aktifitas perencanaan, pengelolaan serta pengendalian keuangan yang baik.
Perilaku keuangan yang baik digambarkan dengan memiliki perilaku
yang efektif seperti menyiapkan catan keuangan, dokumentasi pada arus kas,
perencanaan biaya, membayar tagihan listrik, mengendalikan penggunaan
kartu kredit, serta merencanakan tabungan (Zaimah, et al., 2010). Perilaku
keuangan berasal dari ekonomi neoklasik. Homo economicus adalah model
perilaku ekonomi manusia yang sederhana mengasumsikan bahwa prinsipprinsip kepentingan pribadi sempurna, rasionalitas yang sempurna, dan
informasi yang sempurna mengatur keputusan ekonomi individu (Pompian,
2010). Menurut Dew dan Xiao (2011), financial behavior mencakup tiga
dimensi keuangan, yaitu:
a. Consumption
Konsumsi adalah pengeluaran atas berbagai barang dan jasa.
FinancialBehavior seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia melakukan
kegiatan konsumsinya seperti apa yang dibeli seseorang dan mengapa dia
membelinya (Ida dan Dwinta, 2010).
b. Cash-flow management
Arus kas adalah indikator utama dari kesehatan keuangan yaitu
ukuran kemampuan seseorang untuk membayar segala biaya yang
dimilikinya, manajemen arus kas yang baik adalah tindakan
penyeimbangan, masukan uang tunai dan pengeluaran. Cash flow
management dapat diukur dari apakah seseorang membayar tagihan tepat
waktu, memperhatikan catatan atau bukti dan membuat anggaran keuangan
dan perencanaan masa depan (Hilgert dan Hogart, 2003).
c. Saving and Investment
Tabungan dapat didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan yang
tidak dikonsumsi dalam periode tertentu. Karena seseorang tidak tahu apa
yang akan terjadi di masa depan, maka uang harus disimpan untuk
mengantisipasi kejadian yang tidak terduga. Investasi yaitu mengalokasikan
atau menanamkan sumber daya saat ini dengan tujuan mendapatkan manfaat
di masa mendatang (Herdijono dan Damanik, 2013).
