Dalam mendefinisikan generational
diversity erat kaitannya dengan bisnis
keluarga. Poutziouris, Smyrnios, Klein, Hoy,
& Sharma (2013) mendefinisikan bisnis
keluarga sebagai bisnis yang diatur dan / atau
dikelola secara berkelanjutan, berpotensi
lintas generasi, untuk membentuk dan
mungkin mengejar visi formal atau implisit
dari bisnis yang dipegang oleh anggota
keluarga yang sama atau sejumlah kecil
keluarga. Namun secara umum pengertian
untuk generational diversity dalam sebuah
usaha yaitu adanya perbedaan atau multi
generasi dalam mengelola suatu usaha.
Jelas, sikap dan perilaku bisnis dapat
bervariasi sepanjang generasi (Welch 1992).
Setiap generasi kepemimpinan membawa
ide-ide strategis baru yang dibangun di atas
kompetensi yang telah lama dimiliki yang
dikembangkan untuk strategi sebelumnya
(Ward 1997). Drozdow (1989) menekankan
bahwa seringkali generasi senior membantu
generasi junior untuk belajar tentang
bisnis keluarga dengan memberikan saran
berdasarkan pengalaman masa lalu mereka
Untuk mengoperasionalkan variabel ini
menggunakan indikator yaitu menurut
Sciascia et al. (2013) generational diversity
sebagai lingkungan yang kaya untuk
pertukaran pengetahuan, memberikan
rekombinasi dan pengembangan sumber
daya dan kemampuan baru. Sedangkan
menurut Okoroafo Sam C. (1999) mengukur
generasi pemilik yang berbeda dengan
menunjukkan indikator minat, gaya
manajemen, dan tujuan yang berbeda.
Sehingga dapat disimpulkan indikator untuk
mengukur generational diversity antara
lain minat pengelola yang berbeda, gaya
manajemen yang berbeda, dan tujuan yang
berbeda, memberikan rekombinasi, dan
pengembangan kemampuan baru
