Tipe Merger (skripsi dan tesis)

Tipe merger menurut Simanjuntak (2004, h. 26) dari segi ekonomi keuangan (finance) dan biasanya dipergunakan dan diaplikasikan dalam dunia usaha adalah tipe merger horizontal (horizontal merger), merger vertikal (vertical merger), dan merger konglomerat (conglomerate merger).
 1. Merger Horizontal (horizontal merger)
 Suatu merger horizontal terjadi apabila 2 (dua) perusahaan yangmemiliki lini usaha yang sama bergabung atau apabila perusahaan-perusahaaan yang bersaing di industri yang sama melakukan merger. Merger horizontal ini akan memfasilitasi integrasi karena kedua perusaahaan yang merger pada dasarnya memahami problema usaha dan industri mereka, merger ini lebih lanjut menurut Simanjuntak (dikutip dari Van Horn & M. Wachowichz) juga akan menghasilkan suatu “economies (of scale)” yang hasil utamanya adalah terjadinya penghapusan (elimination) fasilitas ganda (duplicate facility) dan adanya penawaran lini produk yang lebih luas (broader product line) sesuai dengan harapan peningkatan permintaan.
2. Merger Vertikal (Vertical Merger) Merger vertikal terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan penyalurnya atau pelanggannya, seperti merger antara penjual (seller) dan pembelinya (buyer). Merger vertikal ini memberikan perusahaan suatu pengawasan lebih luas atas distribusi dan pembeliannya. Dan merger vertikal ini jarang dihalangi (block).
 3. Merger Konglomerat (Conglomerate Merger)
Merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai keterkaitan operasi. Missalnya, perusahaan otomotif membeli perusahaan  kosmetik. Tipe merger bila ditinjau dari prosesnya menurut Husnan (2002) merger dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Friendly merger, proses ini disepakati oleh dua belah pihak dengan cara sebagai berikut : Pertama, mengidentifikasikan perusahaaan yang akan menjadi target merger dan akuisisi. Kedua, menentukan harga beli yang bersedia dibayarkan pada perusahaan yang akan membeli menghubungi perusahaan target untuk melakukan negosiasi. Jika pemegang saham perusahaan target menyetujui, maka penggabungan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik melalui pembayaran tunai atau pembayaran dengan saham perusahaan 2) Hostile takeover, proses ini terjadi jika perusahaan target yang akan di merger tersebut berkeberatan dengan alasan harga yang ditetapkan terlalu rendah (undervalue) atau karena manajer takut kehilangan jabatannya, sehingga terkadang pihak manajer melakukan berbagai cara untuk menggagalkan kegiatan merger ini.
 4. Merger Congeneric
Menurut simanjuntak (dikutip dari Brigham & Gapenski, 1990, h. 965) menyatakan, para ekonom juga melihat Congeneric sebagai salah satu grup merger disamping merger horizontal, vertikal, dan konglomerat. Merger congeneric ini melibatkan perusahaan-perusahaan yang terkait namun bukan produsen produk yang sama (horizontal) ataupun dalam hubungan produsen dan penyalur (vertical).
5. Merger Ekstensi
Pasar Merger ekstensi pasar adalah merger yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan untuk secara bersama-sama memperluas area pasar. Tujuan merger dan akuisisi ini terutama untuk memperkuat jaringan pemasaran bagi produk masing-masing perusahaan. Merger dan akusisi ekstensi pasar sering dilakukan oleh perusahan-perusahan lintas Negara dalam rangka ekspansi dan penetrasi pasar. Strategi ini dilakukan untuk mengakses pasar luar negeri dengan cepat tanpaharus membangun fasilitas produksi dari awal di negara yang akan dimasuki. Merger dan akuisisi ekstensi pasar dilakukan untuk mengatasi keterbatasan ekspor karena kurang memberikan fleksibilitas penyediaan produk terhadap konsumen luar negeri.
6. Merger Ekstensi Produk
 Merger ekstensi produk adalah merger yang dilakukan oleh duaatau lebih perusahaan untuk memperluas lini produk masing-masing perusahaan. Setelah merger perusahaan akan menawarkan lebih banyak jenis dan lini produk sehingga akan menjangkau konsumen yang lebih luas. Merger dan akuisisi ini dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan departemen riset dan pengembangan masingmasing untuk mendapatkan sinergi melalui efektivitas riset sehingga lebih produktif dalam inovasi.