Volatilitas merupakan fluktuasi atau pergerakan yang bervariasi yang terjadi dari satu periode ke periode lain (Sulastri, 2014). Penjualan adalah bagian terpenting dari siklus operasi perusahaan dalam menghasilkan laba. Volatilitas yang rendah dari penjualan akan dapat menunjukkan kemampuan laba dalam memprediksi aliran kas di masa yang akan datang (Purwanti, 2010). Volatilitas penjualan sering menjadi perhatian utama para pemakai laporan keuangan, khususnya investor yang tentunya mengharapkan laba yang tinggi dari aktivitas perusahaan. Volatilitas penjualan adalah derajat penyebaran penjualan atau indeks penyebaran distribusi penjualan perusahaan. Volatilitas penjualan mengindikasikan suatu volatiilitas lingkungan operasi dan penyimpangan yang lebih besar aproksimasi dan estimasi, dan berkorespondensi dengan kesalahan estimasi yang lebih besar dan kualitas akrual yang rendah (Dechow dan Dichev, 2002 dalam Fanani, 2010). Bila volatilitas penjualan yang tinggi menandakan informasi penjualan memiliki kesalahan estimasi yang lebih besar pada informasi penjualan di lingkungan operasi, maka laba perusahan tersebut tidak persisten dan tidak dapat menjadi acuan untuk memprediksi laba pada periode selanjutnya (Fanani,2010). Dapat disimpulkan bahwa volatilitas penjualan merupakan derajat penyebaran penjualan atau indeks penyebaran distribusi penjualan perusahaan. Volatilitas penjualan juga mengindikasikan suatu volatilitas lingkungan operasi dan penyimpangan yang lebih besar aproksimasi dan estimasi, dan berkorespondensi dengan kesalahan estimasi yang lebih besar dan kualitas akrual yang rendah
