Volatilitas merupakan fluktuasi atau pergerakan yang bervariasi yang terjadi
pada periode ke periode lain. Volatilitas yang rendah dari penjualan akan dapat
menunjukan kemampuan laba dalam memprediksi aliran kas dimasa yang akan
datang. Volatilitas penjualan menunjukan fluktuasi lingkungan operasi dan
penyimpangan aproksimasi yang besar dan berhubungan dengan kesalahan
estimasi yang lebih besar sehingga menyebabkan persistensi laba yang rendah.
Besarnya tingkat hutang akan menyebabkan perusahaan meningkatkan
persistensi laba dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja perusahaan yang
baik di mata para investor.Dengan kinerja yang baik diharapkan kreditor tetap
memiliki kepercayaan terhadap perusahaan.
Akrual merupakan penyusaian pengakuan kas akhir periode sehingga laba
dapat mengukur kinerja perusahaan dengan baik.Laba akuntasi yang persisten adalah laba akuntansi yang memiliki sedikit atau tidakmengandung akrual dan
dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya
(Chandra,2003 dalam Sulastri, 2014). Besarnya akrual mempengaruhi persistensi
laba karena semakin banyak akrual berarti semakin banyak estimasi dan error
estimas, dan oleh karena itu persistensi laba akan rendah.
Perusahaan yang memiliki siklus operasi yang lama dapat menimbulkan
ketidakpastian, semakin panjang siklus operasi menunjukan semakin banyak
kepastian, semakin banyak estimasi dan error estimasi persistensi laba semakin
rendah (Fanani, 2010).
