Siklus operasi dapat diartikan sebagai periode waktu rata-rata antara
pembelian persediaan dengan pendapatkan kas yang nantinya akan diterima
penjual (Purwanti, 2010).Siklus operasi juga dapat diartikan sebagai rangkaian
seluruh transaksi di mana suatu bisnis menghasilkan penerimaannya dan
penerimaan kasnya dari pelanggan (Fanani, 2010).Pada perusahaan manufaktur siklus operasi mengukur seberapa lama persediaan dibuat, kemudian dijual, dan selanjutnya pengumpulan piutang menjadi kas, sehingga siklus operasi berhubungan langsung dengan laba.
Siklus operasi yang panjang menyebabkan semakin tinggi subyektifitas
akibat semakin banyak estimasi-estimasi, piutang yang semakin lama tidak
dilunasi maka akan memperbesar estimasi dari piutang tak tertagih, serta
persediaan yang semakin lama mengakibatkan persediaan semakin rentan akan keusangan, sehingga nanti perlu untuk disesuaikan kembali. Siklus operasi yang panjang juga menyebabkan ketidakpastian yang lebih besar, membuat akrual yang lebih tergantung (noise) dan kurang membantu dalam memprediksi aliran kas dimasa yang akan datang (Dechow & Dichev, 2002).
