Laba merupakan komponen terpenting yang dapat membantu pemegang
saham dan calon investor dalam mengambilan keputusan. Laba merupakan selisih
dari pendapatan diatas biaya-biayanya dalam jangka waktu tertentu ( Harnanto,
2003:444 ).
Suwardjono mendefinisikan laba sebagai tambahan kemampuan
ekonomik yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam suatu perioda yang
berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik
oleh entitas penguasa/ pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik
kapital mula-mula (awal perioda) ( hlm : 509).
Laba yang menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan bagi
pengguna laporan keuangan adalah laba akuntansi.Sehingga laba akuntansi yang
diharapkan tidak hanya tinggi namun juga harus persisten.)Persistensi laba
merupakan laba yang mempunyai kemampuan sebagai indikator laba periode
mendatang (future earnings) yang dihasilkan perusahaan secara berulang dan
berkelanjutan (sustainable) (Sunarto, 2008).
