Hubungan Kemudahan Situs Belanja dengan Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)

Davis (1998) mendefinisikan percieved ease of use atau kemudahan
sebagaikeyakinan akan kemudahan penggunaan, yaitu tingkatan dimana
user percaya bahwa teknologi/sistem tersebut dapat digunakan dengan
mudah dan bebas dari masalah. Intensitas penggunaan dan interaksi antara
pengguna dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan peng-gunaan.
Kemudahan juga dapat dikatakansebagai keyakinan akan
kemanfaatan, yaitu tingkatan dimanauser percaya bahwa penggunaan
teknologi/sistem akan meningkatkan performamereka dalam bekerja.
Thompson (1991) juga menyebutkan bahwa individuakan menggunakan
teknologi informasi jika mengetahui manfaat positif ataspenggunaannya
(dalam Hardiawan, 2013:62).
Adapun beberapa indikator untuk mengukur kemudahan adalah
sebagai berikut(Adityo, 2011:46):
1. Mudah dipelajari
2. Dapat dikontrol
3. Jelas dan dapat dimengerti
4. Fleksibel
5. Mudah menjadi mahir
6. Mudah digunakan
27
Intensitas penggunaan dan interaksi antara user dengan sistem juga
dapat menunjukkan kemudahan. Suatu sistem online yang lebih sering
digunakan menunjukkan bahwasistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah
dioperasikan dan lebih mudahdigunakan oleh user.
Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemudahan memiliki
hubungan terhadapat keputusan konsumen untuk melakukan pembelian
secaraonline. Kemudahan dalam menggunakan dan mengoprasikan
teknologi internetuntuk melakukan kegiatan belanja online menjadiakan
konsumen untukmemutuskan pembelian secara online. Sebuah website tidak
harus selalu menaraiksecara teknis saja tetapi juga harus mudah digunakan
agar memberi doronganpositif bagi keputusan konsumen untuk melakukan
intersaksi kepada perusahaan.
Kemudahan penggunaan teknologi internet untuk melakukan
pembelian onlinedapat digunakan perusahaan untuk menjaring kelompok
pelanggan yang memberikeuntungan besar bagi perusahaan