Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja Perusahaan


Pengukaran kinerja diperlukan untuk mengetahui tinggi rendahnya kinerja
seseorang dan organisasi. Pengukuran kinerja ini merupakan hal yang penting untuk
dilakukan karena hasil pengukuran suatu kinerja berpengaruh pada pengambilan
keputusan dan kebijakan manajemen terkait dengan pencapaian visi dan misi
organisasi atau perusahaan.
Hasil pengukuran kinerja juga memberikan informasi atas pencapaian atau
prestasi perusahaan dalam menjalankan strategi perusahaan. Apabila dari hasil
pengukuran hasil kinerja tersebut perusahaan mengalami kendala dalam
menjalankan strategi yang ditetapkan perusahaan sebelumnya, perusahaan dapat
memperbaiki berbagai sisi dari kinerja perusahaan yang diukur.
Menurut (Gaspersz, 2005) Tujuan dari pengukuran kinerja adalah untuk
menghasilkan data, yang kemudian apabila data tersebut dianalisis secara tepat dan
akan memberikan informasi yang akurat bagi penggunaan data tersebut.
Berdasarkan tujuan pengukuran kinerja, maka suatu metode pengukuran kinerja
harus dapat menyelaraskan tujuan organisasi perusahaan secara keseluruhan (goal
congruence).
Menurut (Gaspersz, 2005) Suatu pengukuran kinerja akan menghasilkan
data, dan data yang telah dianalisis akan memberikan informasi yang berguna bagi
peningkatan pengetahuan para manajer dalam mengambil keputusan atau tindakan
manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Sedangkan menurut (Tangkilisan, 2007) tujuan pengukuran kinerja
perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan
    untuk pencapaian prestasi.
  2. Memastikan tercapainya skema prestasi yang disepakati
  3. Untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja dengan perbandingan antara
    skema kerja dan pelaksanaannya.
  4. Untuk memberikan penghargaan maupun hukuman yang objektif atas
    prestasi prestasi pelaksanaan yang telah diukur, sesuai dengan metode
    pengukuran yang telah disepakati.
  5. Menjadikannya sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan
    dalam upaya memperbaiki kinerja perusahaan.
  6. Mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi.
  7. Membantu proses kegiatan perusahaan.
  8. Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan.
    28
  9. Mengungkapkan permasalahan yang terjadi manfaat pengukuran kinerja
    adalah memperoleh informasi yang akurat dan valid tentang perilaku dan
    kinerja anggota organisasi.
    Manfaat pengukuran kinerja menurut (Mulyadi, 2001) adalah sebagai
    berikut :
  10. Mengelola operasi secara efektif dan efesien melalui pemotivasian
    karyawan secara maksimum.
  11. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan
    seperti promosi, pemberhentian dan mutasi.
  12. Mengindentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan
    untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan
    karyawan.
  13. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan
    mereka menilai kinerja mereka.
  14. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan. Dalam pengukuran
    kinerja, diperlukan alat ukur yang tepat untuk mengukur kinerja. Sistem
    pengukuran kinerja yang efektif adalah sistem pengukuran yang dapat
    memudahkan manajemen untuk memperbaiki dan meningkatkan
    kinerjanya.
    Manfaat sistem pengukuran kinerja yang baik adalah :
  15. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa
    perusahaan lebih dekat pada pelanggannya dan membuat seluruh orang
    dalam organisasi terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada
    pelanggan.
  16. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata
    rantai pelanggan dan pemasok internal.
  17. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya
    pengurangan terhadap pemborosan tersebut (reduction of wates).
  18. Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih
    kontrik sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi.
  19. Membangun konsensus untuk melakukan suatu perubahan dengan memberi
    reward atas perilaku yang diharapkan