(Veithzal Rivai, Mansy Ramly, Thoby Mutis, 2018: 24), mengungkapkan
beberapa syarat sebuah pengukuran kinerja perusahaan dikatakan berkualitas, yaitu:
- Input (potensi)
Input merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan
suatu kebijakan, program, dan aktivitas (Mardiasmo, 2009: 5). Input yang
dimaksud sebagai syarat pengukuran kinerja yang berkualitas tersebut
diperoleh dengan menjawab pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut.
a. Who?
Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui siapa sajakah pihak
yang harus dinilai dan siapakah pula pihak yang akan melakukan
pengukuran terhadap kinerja perusahaan tersebut.
b. What?
Pertanyaan ini mencakup hal-hal yang berhubungan dengan
objek atau materi yang dinilai, antar lain meliputi hasil kerja,
kemampuan sikap, motivasi kerja. Selain itu, pertanyaan ini juga
mencakup dimensi waktu yang menunjukkan kinerja yang dicapai pada
saat ini (current performance), dan potensi yang dapat dikembangkan
pada waktu yang akan datang.
c. Why?
Pertanyaan ini untuk menjelaskan mengenai tujuan dari
pengukuran kinerja itu sendiri, yang meliputi empat hal berikut.
1) Memelihara potensi kerja
2) Menentukan kebutuhan pelatihan
3) Dasar untuk pengembangan karir
4) Dasar untuk promosi jabatan.
d. When?
Pertanyaan ini merujuk pada waktu pelaksanaan pengukuran
kinerja itu sendiri. Waktu pengukuran kinerja ini bias dilakukan secara
periodik seperti setiap bulan, triwulan, atau setiap tahun, bisa juga
dilakukan secara terus menerus pada setiap hari kerja.
e. Where?
Pertanyaan ini merujuk pada di manakah akan dilakukan
pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja pada dasarnya dapat dilakukan
di tempat kerja atau perusahaan itu sendiri, bisa pula di luar perusahaan,
yaitu melalui konsultan.
f. How?
Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui metode apa yang
dipilih perusahaan untuk melakukan pengukuran kinerja. - Process (pelaksanaan)
Dalam fase pelaksanaan ini perlu dilakukan konsultasi dengan
sebanyak mungkin individu dan kelompok untuk menjamin seluruh aspek
dari pengukuran telah terhubung sehingga dapat berjalan dengan baik.
Proses ini dapat dilakukan dengan melakukan briefing (penjelasan singkat)
ataupun dengan pelatihan. - Output (hasil)
Output merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas,
dan kebijakan (Mardiasmo, 2009: 5). Agar pengukuran kinerja perusahaan
yang dilakukan berkualitas, maka syarat selanjutnya yang harus dipenuhi
adalah mengenai output dari pengukuran kinerja itu sendiri, antara lain yaitu
kejelasan hasil penilaian dan keberhasilan pengukuran kinerja sebagai
peningkat kualitas kinerja
