Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan BalancedScorecard


Balanced scorecard adalah kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan
berbagai ukuran yang berasal dari strategi perusahaan dibuat untuk mengatasi
masalah kelemahan pada sistem pengukuran kinerja eksekutif yang tidak hanya
fokus pada indikator kinerja utama dalam perspektif tidak hanya secara finansial,
tetapu juga mengukur kinerja dari perspektif non-finansial meliputi perspektif
pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan.
Balanced Scorecard dikatakan berimbang karena menunjukkan
keseimbangan antara kinerja keuangan dan non-keuangan, kinerja jangka pendek
dan jangka panjang, serta kinerja yang bersifat internal dan eksternal. Sedangkan
Scorecard adalah peta yang digunakan untuk mencatat hasil kinerja seseorang atau
lembaga. Scorecard juga dapat digunakan untuk merencanakan skror yang ingin
dicapai individu atau organisasi di masa depan. Empat Perspektif dalam Balanced
Scorecard, yaitu :

  1. Perspektif keuangan
    Balanced scorecard tetap menggunakan perspektif keuangan karena
    ukuran keuangan sangat penting dalam meringkas kosekuensi tindakan yang
    diambil secara ekonomis yang sudah diambil. Pengukuran kinerja keuangan
    menunjukkan apakah perencanaan, implementasi dan pelaksanaan strategi
    memberikan peningkatan mendasar. Tujuan keuangan berhubungan
    profitabilitas, yang diukur misalnya oleh laba operasi, return on investment
    (ROI), return on equity (ROE), return on capital employed (ROCE), nilai
    tambah ekonomis (Rudianto, 2013).
    Oleh karena itu, menurut (Kaplan and Norton, 2000) perusahaan
    harus menetapkan tujuan strategis dengan kemampuan perusahaan
    perusahaan di bidang keuangan untuk berkembang dengan tahap-tahap
    berikut ini :
    a. Tahap Growth
    Perusahaan yang sedang bertumbuh berada pada awal siklus
    hidup perusahaan. Perusahaan ini menghasilkan produk dan jasa yang
    memiliki potensi pertumbuhan. Untuk memnfaatkan potensi ini,
    perusahaan harus melibatkan sumber daya yang cukup banyak untuk
    mengembangkan dan meningkatkan berbagai produk dan jasa baru.
    b. Tahap Sustain
    Sebagian besar perusahaan mungkin berada pada tahap
    bertahan, situasi di mana bisnis masih memiliki daya tarik penanam
    investasi dan investasi ulang, tetapi diharapkan mampu menghasilkan
    pengembalian modal yang cukup tinggi.
    c. Tahap Harvest
    Perusahaan akan mencapai tahap kedewasaan dalam siklus
    hidupnya, tahap di mana perusahaan ingin “memuai” investasi yang
    dibuat pada dua tahap sebelumnya. Bisnis tidak ladi membutuhkan
    investasi yang besar, cukup untuk pemeliharaan perakatan dan
    kapabilitas, bukan perluasan atau berbagai kapabilitas baru. Tujuannya
    adalah memaksimalkan arus kas kembali ke korporasi. Tujuan
    keuangan keseluruhan untuk bisnis pada tahap memuai adalah arus kas
    operasi dan penghematan berbagai kebutuhan modal kerja.
    Menurut (Kaplan and Norton, 2000) Ada 3 indikator keuangan yang
    dapat mendorong penetapan trategi bisnis:
    a. Bauran dan pertumbuhan pendapatan4
    b. Pengurangan biaya atau peningkatan produktivitas
    c. Strategi pemanfaatan aktiva/investasi
  2. Perspektif Pelanggan
    Perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard mengidentifikasi
    bagaimana pelanggan dengan segmen pasar yang telah dipilih oleh
    perusahaan untuk bersaing dengan competitor. Segmen yang telah dipilih
    ini mencerminkan keberadaan pelanggan tersebut sebagai sumber
    pendapatan.
    Menurut (Rudianto, 2013) Perspektif ini biasanya terdiri atas
    beberapa ukuran utama dan ukuran generic keberhasilan perusahaan dari
    strategi yang dirumuskan dan dilaksanakan dengan baik. Ukuran tersebut
    terdiri atas :
    a. Kepuasan pelanggan
    Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelanggan terhadap
    pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
    b. Retensi pelanggan
    Tingkat kemapuan perusahaan untuk mempertahankan
    hubungan dengan pelanggan yang mungkin seperti perusahaan berhasil
    mempertahankan pelanggan lama.
    c. Akuisisi pelanggan baru
    Kemampuan perusahaan demi memperoleh dan menarik
    pelangganbaru dalam pasar.
    d. Pangsa pasar
    Meningkatkan segmen sasaran menggambarkan seberapa besar
    penjualan yang dikuasai oleh perusahaan dalam segmen tertentu.
    e. Profitabilitas pelanggan
    Sistem biaya berdasarkan aktivitas memungkinkan perusahaan
    mungukur profitabilitas pelanggan secara perorangan maupun
    keseluruhan (Kaplan and Norton, 2000).
  3. Perspektif internal
    Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap
    semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan, baik oleh manajer maupun
    karyawan demi menciptakan produk yang dapat memberikan kepuasan
    tertentu bagi pelanggan dan juga para pemegang saham. Dalam hal ini,
    perusahaan berfokus pada tiga proses bisnis utama yaitu (Rudianto, 2013)
    a. Proses Inovasi
    Dalam proses inovasi, unit bisnis meneliti kebutuhan pelanggan
    yang sedang berkembang atau yang masih tersembunyi, dan kemudian
    menciptakan produk atau jasa yang akan memenuhi kebutuhan tersebut.
    Secara garis besar, proses inovasi dapat dibagi menajadi dua yaitu
    pengukuran proses inovasi yang bersifat penelitian dasar dan terapan,
    serta pengukuran terhadap proses pengembangan produk.
    b. Proses Operasi
    Proses operasi, yaitu langkah utama kedua dalam rantai nilai
    internal generic, adalah tempat dimana produk dan jasa diproduksi dan
    disampaikan kepada pelanggan. Proses ini secara historis telah menjadi
    fokus sebagian besar sistem pengukuran kinerja perusahaan. Pada
    proses operasi operasi yang dilakukan oleh masing-masing organisasi
    bisnis, lebih dititik beratkan pada efesiensi proses, konsistensi, dan
    ketetapan waktu dari barang serta jasa yang diberikan kepada
    pelanggan.
    c. Pelayanan purna jual
    Langkah utama ketiga dalam rantai nilai internal adalah layanan
    kepada pelanggan setelah penjualan atau penyampaian produk dan jasa.
    Tahap terakhir dalam pengukuran proses bisnis internal adalah
    pengukuran terhadap pelayanan purna jual kepada pelanggan. Karena
    pelayanan purna jual akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan
    pelanggan.
  4. Perspefktif pembelajaran dan pertumbuhan
    Perspektif ini mengidentifikasi infrastruktur yang harus dibangun
    perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja
    jangka panjang. Tiga sumber utama pembelajaran dan pertumbuhan
    perusahaan adalah manusia, system, dan prosedur perusahaan.
    Menurut (Rudianto, 2013) terdapat 3 dimensi penting yang harus
    diperhatikan untuk melakukan pengukuran yaitu :
    a. Kompetensi karyawan
    Pengukuran terhadap kemampuan karyawan dilakukan atas tiga
    hal pokok, yaitu pengukuran terhadap kepuasan karyawan, pengukuran
    terhadap perputaran karyawan dalam perusahaan, dan pengukuran
    terhadao produktivitas karyawan.
    b. Infrastruktur teknologi informasi
    Peningkatan kualitas karyawan dan produktivitas karyawan
    juga di pengaruhi oleh dukungan dari system informasi yang dimiliki
    perusahaan. Semakin mudah informasi diperoleh, semakin baik kinerja
    karyawan. Pengukuran terhadap akses sistem informasi yang dimiliki
    perusahaan dapat dilakukan dengan mengukur persentase ketersediaan
    informasi yang diperlukan oleh karyawan mengenai pelanggannya.
    c. Budaya Organisasi
    Motivasi, wewenang, dan pembatasan wewenang meskipun
    karyawan sudah dibekali dengan akses informasi yang begitu luas tetapi
    apabila karyawan tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan
    kinerjanya, maka semua itu akan sia-sia saja