Pengukuran Kinerja Perusahaan


Dalam kaitannya dengan pengukuran kinerja sebuah perusahaan, terdapat
beberapa istilah yang biasa digunakan, antara lain yaitu pengukuran kinerja
(performance measurement), ukuran kinerja (performance measure), metrik kinerja
(performance metric). Istilah-istilah tersebut seringkali digunakan secara
bergantian, namun demikian untuk menghindarkan kebingungan pemahaman
diantara istilah-istilah tersebut, maka perlu diberikan penjelasan mengenai masing-
masing perbedaannya.
Pengukuran kinerja dapat didefinisikan sebagai proses pengkuantifikasian
efisiensi dan efektivitas dari tindakan yang lalu. Ukuran kinerja dapat
didefinisikan sebagai sebuah parameter yang digunakan untuk
mengkuantifikasi efisiensi dan/atau efektivitas dari tindakan yang lalu.
Metrik kinerja adalah definisi dari cakupan, isi dan bagian-bagian
komponen dari sebuah ukuran kinerja yang berbasis luas (Neely et al.,
2002).
(Neely et al., 2002), juga mengungkapkan bahwa sebuah sistem pengukuran
kinerja memungkinkan keputusan yang diinformasikan untuk dibuat dan
tindakan untuk diambil karena ini mengkuantifikasikan efisiensi dan
efektivitas dari tindakan yang lalu melalui akuisisi, pembandingan,
penyortasian, analisis, dan interpretasi dari data yang layak.
Pengukuran kinerja perusahaan menggunakan Balanced scorecard (BSC)
metode pengukuran hasil kerja yang digunakan perusahaan yang di adopsi dari
(Kaplan and Norton, 1996). Responden diminta untuk mengevaluasi empat dimensi
kinerja yaitu Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif internal bisnis,
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, menggunakan lima skala Likert, mulai
dari 1 [“Sangat tidak setuju”], 2 [“Tidak setuju’], 3 [“Netral], 4 [“Setuju”] hingga 5
[“sangat setuju”]