Model Pengukuran Manajemen Laba

  1. Model Healy Healy
    Model (1985) menguji manajemen laba dengan membandingkan rata-rata
    total akrual di seluruh variabel pembagian manajemen laba. Studi Healy
    berbeda dengan kebanyakan studi manajemen laba lainnya karena ia
    memprediksi bahwa manajemen laba sistematis terjadi dalam setiap periode.
    Variabel pemisahnya membagi sampel menjadi tiga kelompok, dengan
    pendapatan diprediksi akan dikelola ke atas di salah satu kelompok dan ke
    bawah pada dua kelompok lainnya. Kesimpulan kemudian dilakukan melalui
    perbandingan berpasangan dari total akrual rata-rata pada kelompok di mana
    pendapatan diprakirakan akan dikelola ke atas dengan rata-rata total akrual
    untuk masing-masing kelompok di mana pendapatan diprediksi akan dikelola
    ke bawah.
    Pendekatan ini setara dengan memperlakukan seperangkat pengamatan
    dimana pendapatan diperkirakan akan dikelola ke atas sebagai periode estimasi
    dan himpunan pengamatan dimana pendapatan diperkirakan akan dikelola ke
    bawah sebagai periode peristiwa. Total akrual rata-rata dari periode estimasi
    kemudian mewakili ukuran akrual nondiscretionary. Total accruals (ACC,)
    yang mencakup discretionary (DAt) dan nondiscretionary (NDAt)
    components, dihitung sebagai berikut (Healy, 1985):
    ACCT = NAt + DAt
  2. Model DeAngelo
    Model DeAngelo (1986) menguji manajemen laba dengan menghitung
    perbedaan pertama dalam total akrual, dan dengan mengasumsikan bahwa
    perbedaan pertama memiliki nilai nol yang diharapkan berdasarkan hipotesis
    nol yang menyatakan tidak ada manajemen laba. Model ini menggunakan total
    akrual periode lalu (diskalakan dengan total aset t-1) sebagai ukuran
    akrual nondiskritioner. Dengan demikian, Model DeAngelo untuk akrual
    nondiskritioner adalah (DeAngelo, 1986):
  3. Model Jones (1991)
    Mengusulkan sebuah model yang menyederhanakan anggapan bahwa
    akrual nondiskretioner bersifat konstan. Modelnya mencoba mengendalikan
    efek perubahan pada lingkungan ekonomi perusahaan terhadap akrual
    nondiskritioner. Model Jones untuk akrual nondiskretioner pada tahun yang
    bersangkutan adalah (Jones, 1991):
    Keterangan:
    ∆REVt = Pendapatan pada tahun t dikurangi pendapatan pada tahun
    t-1 dibagi dengan Total aset pada t-1;
    PPEt = Property, pabrik dan peralatan pada tahun t dibagi dengan
    total aset pada t-1;
    At-1 = Total aset pada tahun t-1;
    ß1, ß2, ß3 = Parameter-parameter spesifik perusahaan
  4. Model Industri Dechow dan Sloan
    (1991) menyusun model pengukuran manajemen laba yang dikenal
    dengan Model Industry. Serupa dengan Model Jones, Model Industri
    menyederhanakan anggapan bahwa akrual nondiskretioner konstan sepanjang
    NDAt = TAt-1
    NDAt = ß1 (1 / At-l) + ß 2 (∆REVt) + ß3 (PPEt)
    waktu. Namun, alih-alih mencoba secara langsung memodelkan faktor penentu
    akrual nondiskritioner. Model Industri mengasumsikan bahwa variasi dalam
    faktor penentu akrual nondiskresioner adalah umum di seluruh perusahaan di
    industri yang sama. Model Industri untuk akrual nondiskritioner adalah
    (Dechow dan Sloan, 1991):
    Keterangan:
    Median I (TAt) = Median dari total akrual yang diukur dengan
    aset tahun t-1 untuk semua perusahaan non-
    sampel dalam kode industry yang sama.
    Parameter spesifik perusahaan γ1 dan γ2 diperkirakan menggunakan koefesien
    regresi pada pengamatan di Periode estimasi.