Menurut Schaufeli et al., (2006) dan Octafian (2021) terdapat tiga aspek
penting yang mewakili work engagement, yaitu:
a) Vigor
Vigor merupakan keterikatan karyawan yang dibuktikan melalui kekuatan
fisik dan mentalnya Ketika melakukan pekerjaan. Vigor ditandai dengan tingginya
kekuatan dan resiliensi mental dalam bekerja, energi yang optimal, keberanian
untuk melakukan usaha, keinginan, kemauan untuk berusaha dengan sungguh-
sungguh di dalam pekerjaan sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal
dalam setiap pekerjaan yang diberikan. Tetap gigih,pantang menyerah, semangat
dalam menghadapi kesulitan.
b) Dedication
Dedication merupakan keterikatan karyawan secara emosional terhadap
pekerjaannya. Dedication mencerminkan perasaan antusias karyawan dalam
bekerja, bangga dengan pekerjaan yang dilakukan, tetap inspirasi pada perusahaan
tanpa merasa terancam dengan tantangan yang dihadapi. Karyawan yang memiliki
dedication yang tinggi biasanya merasa antusias dan bangga terhadap pekerjaan dan
organisasi mereka.
c) Absorption
Absorption merupakan keterikatan karyawan yang digambarkan dengan
perilaku karyawan yang memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaannya.
Absorption mencerminkan keadaan karyawan yang merasa senang dirinya terlibat
secara total, berkonsentrasi tinggi, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan
pekerjaannya. Karyawan yang memiliki skor absorption yang tinggi cenderung
merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan.
Dari beberapa penjelasan diatas, kriteria tersebut mengidentifikasi faktor-
faktor apa saja yang mempengaruhi engagement, sehingga dapat digunakan untuk
mengukur engagement karyawan. Penggunaan indikator tersebut, memiliki tujuan
untuk mengukur tingkat work engagement dalam mencapai efektifitas organisasi.
