Definisi Dukungan Organisasi


Dukungan organisasi merupakan persepsi karyawan yang mengacu pada
organisasi dalam mendukung karyawan mengenai pekerjaan itu sendiri dan
kesejahteraan karyawan (G.Yongxing et al., 2017). Dukungan organisasi mengacu
pada persepsi pegawai mengenai sejauh mana organisasi menghargai kontribusi
mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka (Baliartati, 2017). Jika karyawan
menganggap bahwa dukungan organisasi (organizational support) yang
diterimanya tinggi, maka karyawan tersebut akan menyatukan keanggotaan sebagai
anggota organisasi ke dalam identitas diri mereka dan kemudian mengembangkan
pengaruh dan persepsi yang lebih positif terhadap organisasi tersebut. Adapun
menurut Pratiwi & Muzakki (2021) mendefinisikan dukungan organisasi sebagai
sebagai dukungan dari organisasi yang dapat menggali serta memunculkan persepsi
karyawan yang mana telah memberi dukungan sesuai dengan norma yang berlaku,
serta harapan karyawan di perusahaan.
Menurut Robbins (2015) dukungan organisasi adalah tingkat sejauh mana
karyawan yakin kontribusi dan kesejahteraannya dihargai organisasi. Adapun
menurut Rhoades (2002) dan Ardi & Sudarma (2015) perlakuan-perlakuan dari
organisasi yang diterima oleh karyawan ditangkap sebagai stimulus yang
diorganisir dan diinterpretasikan menjadi persepsi atas dukungan organisasi.
Persepsi ini akan menumbuhkan tingkat kepercayaan tertentu dari karyawan atas
penghargaan yang diberikan organisasi terhadap kontribusi mereka (valuation of
employees. contribution) dan perhatian organisasi pada kehidupan mereka (care
about employees well-being) Tingkat kepercayaan karyawan terhadap dukungan
organisasi ini akan dipengaruhi oleh evaluasi mereka atas pengalaman dan
pengamatan tentang cara organisasi memperlakukan karyawan-karyawannya
secara umum. Dukungan organisasi juga didefinikan oleh Syarifudin et al., (2022)
mengatakan bahwa dukungan organisasi yang positif dari perusahaan membuat
pegawai mempunyai tanggapan yang baik serta menilai diri bertanggung jawab
untuk membalas perusahaan dengan hal positif diantaranya lewat performa kerja
yang baik agar terjalin relasi yang bersifat mutualisme.
Selain itu Purwaningtyas & Septyarini, (2021) berpendapat bahwa Ketika
seorang karyawan mengakui adanya rasa hormat dan dukungan dari organisasi,
karyawan tersebut akan menukar dukungan tersebut dengan sikap positif terhadap
organisasi. Sedangkan menurut penelitian Dana & Dewi, (2016) menyebutkan
bahwa elemen yang mempengaruhi perilaku karyawan adalah dukungan organisasi
mereka bekerja, dukungan positif dari pimpinan dan segenap karyawan akan
menciptakan situasi kerja yang kondusif, sehingga kinerja karyawan akan menjadi
lebih baik.
Persepsi dukungan organisasi merupakan konsep utama dari teori dukungan
organisasi (organizational support teory). Teori dukungan organisasi menyatakan
bahwa untuk memenuhi kebutuhan emosional dan menilai keuntungan dari
peningkatan usaha dalam bekerja, karyawan membentuk persepsi umum mengenai
sejauh mana organisasi menghargai kontribusinya dan peduli terhadap
kesejahteraannya.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa dukungan
organisasi adalah adanya suatu rasa bagi karyawan untuk mendukung organisasi
mencapai tujuannya serta kontribusi dan kesejahteraan karyawan dihargai
organisas