Faktor-faktor yang mempengaruhi job crafting


Menurut Tims et al., (2013) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi job
crafting, yaitu;

  1. Person job fit
    Yaitu, kesesuaian antara karakter individu dengan pekerjaannya. Individu
    akan menyesuaikan diri dengan pekerjaannya, ada dua aspek yang dapat
    mempengaruhinya yakni penyesuaian antara pengetahuan individu, keterampilan
    serta kecakapan dalam memahami tuntunan pekerjaan. Sedangkan yang kedua
    adalah kesesuaian antara kebutuhan dan keinginan seseorang pada pekerjaan
  2. Autonomy
    Kemandirian diri pada pekerjaan penting untuk menentukan karakter bekerja
    serta sejauh mana individu dalam mengelola pekerjaan sesuai dengannya, seperti
    memiliki kesempatan keleluasaan pada jadwal kerja, membuat keputusan dan
    memilih cara yang akan digunakan pada penyelesain pekerjaannya. Jika karyawan
    merasakan tidak memiliki kebebasan atau peluan untuk menciptakan keadaan
    pekerjaannya maka mereka dapat mencoba merubah beberapa aspek dalam
    pekerjaannya. Dengan adanya kesempatan tersebut akan memberikan lebih banyak
    peluang bagi karyawan dalam mengeksplor pekerjaannya secara optimal.
  3. Task independence
    Job crafting mungkin akan terjadi Ketika karyawan menunjukkan kinerja
    dalam tugasnya secara mandiri. Ketika karyawan tidak selalu mengandalkan
    performa kerja dari rekannya maka akan lebih mudah melakukan penyesuaian
    dengan pekerjaannya dan mendapatkan hasil yang lebih baik karena tidak selalu
    terikat pada rekan kerja, namun individu harus lebih baik karena tidak selalu terikat
    pada rekan kerja, namun individu harus lebih berusaha dengan kemampuannya
    dalam menyelesaikan tugas pekerjaan.
  4. Individual Difference
    Setiap individu pasti mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk
    menjadi individu yang memiliki karkateristik diri, maka individu tersebut perlu
    memahami kebutuhannya dan memiliki sikap mandiri atau independent agar otensi
    dirinya dapat terlihat. Hal tersebut penting untuk dapat menciptakan job crafting.
  5. Proactive Personality
    Seorang karyawan dengan kepribadian yang proaktif diharapkan mampu
    terlibat pada job crarfting serta lebih memiliki kesiapan daripada individu selain
    karakteristik yang telah disebutkan. Individu yang memiliki inisiatif untuk
    memperbaiki keadaan maka peluang untuk merubah identitas telah ada, tinggal
    bagaimana aksi dan ketekunan yang akan membawa individu pada pemaknaan
    perubahan tersebut.
  6. Self Efficacy
    Kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki akan membuat
    karyawan melibatkan pekerjaannya atau akan membuat mereka merubah
    lingkungan kerja yang berdampak pada tindakan job crafting. Karyawan dengan
    level kepercayaan diri tinggi menyebabkan ia merasa mampu dan berani dalam
    mengambil keputusan untuk menjadi sukses.
  7. Focus regulation
    Teori focus relasi menjelaskan bahwa individu bisa membuat fokus
    pengembangan mereka pada kemajuan, pertumbuhan , dan prestasi dengan
    memperhatikan keamanan, keselamatan,dan tanggung jawabnya. Individu mampu
    mengelola diri dengan baik sehingga akan mempertimbangkan segala sesuatu dari
    segala aspek dan batasan yang mampu dilakukannya sebagai individu dan pekerja.
    Adapun menurut Wrzesniewsk & Dutton (2001) dan Michael Campion
    (2019) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi job crafting, diantaranya:
  8. Kontrol pribadi
    Kontrol pribadi dapat mempengaruhi job crafing pada diri individu, saat
    seseorang memiliki kontrol pribadi yang kuat pada dirinya sehingga ia dapat
    mengontrol pekerjaannya dengan menyesuaikan antara pekerjaan dan kebutuhan,
    sehingga individu tersebut akan lebih terlibat dalam pekerjaannya dan hal ini akan
    meningkatkan kemampuannya dalam memodivikasi pekerjaan melalui job crafting.
  9. Self-Image
    Para pekerja membuat self-image yang positif di tempat kerja mereka, hal ini
    dilakukan saat para pekerja mengetahui self-image diri mereka. Maka mereka akan
    lebih mudah untuk menyesuaikan pekerjaan dengan karakteristik mereka. Dan
    kebutuhan mereka. Sehingga self-image cukup penting dalam mempengaruhi
    perilaku job-crafting.
  10. Interaksi Sosial
    Kebutuhan terakhir yakni interaksi sosial, para pekerja dapat meningkatkan
    makna kerja mereka melalui interaksi sosial ditempat kerja. Saat para pekerja
    merasa nyaman dengan interaksi sosial mereka ditempat kerja. Hal ini dikarenakan
    interaksi sosial dapat membuat para pekerja merasa lebih terlibat dalam pekerjaan
    mereka, sehingga para pekerja menjadi jauh lebih positif dan dapat mempengaruhi
    perilaku kerja mereka terutama dalam perilaku job crafting.