Dimensi Job Crafting


Dimensi terkait job crafting dikemukakan oleh Tims et al., (2013) dimana
terdapat empat dimensi dari job crafting sebagai berikut:

  1. Meningkatkan sumber daya pekerjaan structural (increasing structural job
    resources)
    Para pekerja mencari peluang dalam pekerjaan mereka, dengan tujuan
    pengembangan diri. Pekerja tetap harus mengembangkan diri mereka, salah satu
    yang dapat dilakukan adalah dengan tetap mencari peluang di pekerjaan mereka.
  2. Mengurangi tuntutan dalam pekerjaan (Decreasing hindering job demands)
    Karyawan dapat mengurangi jumlah tugas dengan menghapus beberapa tugas
    yang mereka rasa dapat membuat tidak nyaman baik secara fisik maupun psikologis
    atau mereka mungkin secara sadar menghindari keterlibatan yang membuat
    keseluruhan pekerjaan mereka berlebihan.
  3. Meningkatkan sumber daya pekerjaan sosial (increasing social job resources)
    Para pekerja meminta umpan balik maupun pendapat serta dukungan, baik dari
    supervisor maupun atasan mereka.
  4. Meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang (increasing challenging job
    demands)
    Dalam hal ini, biasanya para pekerja dapat menantang dirinya dengan
    melakukan pekerjaan diluar pekerjaan pokok mereka. Dikondisi kerja yang
    berubah, pekerja mendapat beban kerja meningkat, yang mana perilaku job crafting
    mampu membuat pekerja merasa tertantang dan menchallenge diri mereka untuk
    tetap melakukan pekerjaan mereka di situasi kerja yang berubah.
    Sedangkan dimensi Job crafting menurut Wrzesniewsk & Dutton (2001) dan
    Nurhidayah & Nugrohoseno (2022) memiliki tiga dimensi, yaitu:
  5. Pengubahan tugas (task crafting)
    Pengubahan tugas merupakan usaha yang dilakukan untuk mengubah cara
    kerja, keleluasaannya atau tipe tugas yang diambilnya.
  6. Pengubahan relasi (relational crafting)
    Pengubahan relasi menunjukkan usaha yang dilakukan karyawan dalam
    mengubah jumlah maupun kulitas relasi sosialnya di tempat kerja. Karyawan
    melakukan perubahan mengenai seberapa sering dia ingin berinteraksi dengan
    orang lain di tempat kerja sehingga menciptakan situasi pekerjaan yang berbeda
    dengan sebelumnya.
  7. Pengubahan presepsi (Cognitive crafting)
    Pengubahan presepsi yang dilakukan karyawan dengan mengubah batasan
    cara pandangnya terhadap pekerjaan.