Indikator Etos Kerja Islami


Seseorang yang menghayati etos kerja islami akan mencerminkan
indikator-indikator sebagai berikut (Tasmara dalam Djakfar, 2019:103) :

  1. Kecanduan terhadap waktu
    Salah satu hakikat dari etos kerja adalah bagaimana seseorang
    merasakan, memahami dan menghayati nilai waktu yang tiap
    detiknya berjalan dan tidak akan pernah kembali. Waktu adalah
    kekuatan, seseorang berada dalam jalan keberuntungan apabila
    dapat memanfaatkan waktu baginya .waktu adalah rahmat.
    Sebaliknya mereka yang mengabaikan waktu akan menjadi budak
    kelemahan. Muslim yang memiliki etos kerja akan menjadikan
    waktu sebagai sarana produktivitas, tidak menyia-nyiakan waktu,
    segara menyusun rencana kerja lalu mengevaluasi hasil
    pencapaiannya.
  2. Memiliki moralitas yang bersih / ikhlas
    Ikhlas merupakan wujud dari kasih sayang, cinta dan pelayanan
    tanpa syarat. Ikhlas merupakan energi batin yang dapat melindungi
    diri kita dari segala bentuk kemungkaran. Ikhlas juga dapat
    membentuk kepribadian seseorang berlandaskan sikap bersih,
    diwujudkan dari caranya mencari rezeki baik berupa makanan dan
    minuman.
  3. Jujur
    Kejujuran merupakan bisikan kalbu, panggilan dari dalam dan
    bukan merupakan keterpaksaan. Pribadi muslim yang melakukan
    amal saleh dan berbuat jujur ia akan ketagihan untuk
    mengulanginya kembali.
  4. Berkomitmen
    Komitmen merupakan keyakinan yang mengikat hati nurani yang
    dapat mengarahkan perilaku kepada hal yang diyakininya.
    Seseorang yang memiliki komitmen akan bersungguh-sungguh dan
    pantang menyerah menggapai mimpinya.
  5. Istiqomah dan teguh pendirian
    Seorang muslim yang berakhlaq akan bersikap taat dan pantang
    menyerah dalam mempertahankan prinsip dan komitmennya.
    Meraka mampu mengendalikan emosi dan dirinya.
    Hamsani (2020:24) mengungkapkan bahwa etos kerja Islam memiliki
    banyak indikator diantaranya dedikasi kerja, kerjasama, kualitas kerja, hidup
    tak berarti tanpa kerja, tanggung jawab, perubahan, kreativitas, nilai kerja dan
    semangat kerja. Sejalan dengan itu Sinamo dalam Ingsih (2011), Setyawan
    (2019:160) mengungkapkan indikator- indikator di dalam etos kerja adalah
    sebagai berikut :
  6. Bekerja tulus penuh syukur (Kerja adalah rahmat)
    Kerja adalah rahmat pemberian Allah SWT. Yang harus disyukuri.
    Rahmat sama artinya dengan anugerah, karunia, yang merupakan
    kebaikan yang diberikan karena kasih sayang tanpa adanya syarat
    dan ketentuan.
  7. Bekerja dengan penuh tanggung jawab (Kerja adalah amanah)
    Kerja adalah amanah/titipan oleh karena itu merupakan kewajiban
    untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab bukan sekedar
    formalitas. Tanggung jawab berasal dari amanah yang
    ditumbuhkan dari moment of truth atau kepercayaan yang menjadi
    landasan.
  8. Bekerja dengan integritas dan tuntas (Kerja adalah panggilan)
    Apapun pekerjaannya harus memenuhi tuntutan profesi, bekerja
    dengan hati nurani, integritas tinggi, sepenuh hati, tenaga dan
    pikiran.
  9. Bekerja keras penuh semangat (Kerja adalah aktualisasi)
    Pengembangan potensi diri menjadi realisasi dapat dilakukan
    melalui pekerjaan. Karena seseorang dapat mengalokasikan energi
    psikologis, biologis dan spiritual melalui pekerjaan yang dapat
    menjadikannya kompeten dan sehat fisik dan mental tanpa
    merubah diri seseorang menjadi pecandu kerja.
  10. Bekerja serius penuh kecintaan (Kerja adalah ibadah)
    Dengan bekerja kita menyerahkan diri, memasrahkan waktu, hati
    dan pikiran kita kepada Tuhan YME.
  11. Bekerja cerdas penuh kreativitas (Kerja adalah seni)
    Bekerja dengan seni merupakan sarana mengekspresikan jiwa yang
    mencerminkan kenyataan hidup dan dijadikan sebagai pengalaman
    batin. Karena bekerja tidak hanya membutuhkan kecerdasan
    melainkan juga inovasi dan kreatifitas sehingga memiliki nilai
    lebih.
  12. Bekerja tekun penuh keunggulan (Kerja adalah kehormatan)
    Memberikan kinerja yang sempurna samadengan menjaga
    kehormatan dengan cara menumbuhkan rasa bangga ketika tepat
    waktu, berprestasi, bekerja keras dan jujur.
  13. Health Care (Kerja adalah pelayanan)
    Dalam bidang kesehatan, pelayanan disebut dengan “Care” yang
    berarti bekerja dengan kepedulian yang mencakup ketanggapan
    (responsiveness) , empati, menghargai (respect), penyelesaian
    masalah (problem solving) dan profesionalisme (assurance).
    Presetyanto (2014) menjelaskan bahwa individu atau kelompok
    masyarakat dapat dikatakan mempunyai etos kerja yang baik apabila
    menunjukkan indikator-indikator sebagai berikut:
  14. Memiliki penilaian yang positif terhadap hasil kerja manusia,
  15. Memandang kerja sebagi hal yang sangat luhur bagi keberadaan
    manusia,
  16. Menganggap kerja sebagai aktivitas yang bernilai bagi kehidupan
    manusia,
  17. Memandang kerja sebagai proses yang membutuhkan ketekunan
    dan sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita.
  18. Memandang kerja sebagai ibadah